SDI Abu Seno Kota Bandung Gelar SSP, Guru: untuk Melatih Aspek Leadership di setiap Individu Siswa
Ada sesuatu yang berbeda di SDI Abu Seno Kota Bandung. Piha sekolah yang ada di Jalan Ahmad Yani, Gang Slamet II Nomor 25 itu menggelar SSP.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ada sesuatu yang berbeda di SDI Abu Seno Kota Bandung. Di sekolah yang ada di Jalan Ahmad Yani, Gang Slamet II Nomor 25, Kecamatan Kiaracondong itu pihak sekolah kembali mengadakan Students Self Presenting (SSP).
Wali Kelas V SDI Abu Seno Kota Bandung Siti Humaningsih mengatakan, kegiatan itu digelar bersamaan dengan pembagian rapor semester II. Dalam pembagian rapor itu, siswa-siswi harus mempresentasikan hasil karya mereka terlebih dahulu kepada guru dan orang tua mereka.
"Jadi, anak-anak itu mempresentasikan proses pembelajarannya dari tiga bulan ke belakang, itu adalah hasil dari proses pembelajaran mereka di SDI Abu Seno Kota Bandung," kata Siti Humaningsih, Sabtu 19 Maret 2022.
Baca Juga: KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Sebut Little Madina Berpotensi Menarik Investor dan Wisatawan
Dia mengatakan, di kelas V anak-anak mempelajari tentang energi panas, oleh karena itu pihak sekolah membuat sabun dan lilin dari minyak jelantah yang di campur dengan bahan kimia dan pada proses tersebut anak-anak bisa melihat langsung proses energi panas yang terjadi.
"Sabun ini kan terbuat dari soda api, mereka juga tahu ada energi panas yang di dalamnya. Terus buat lilin juga dari minyak jelantah," ucap Siti Humaningsih.
Menurut dia, tujuan dari kegiatan SSP ini untuk mempresentasikan hasil pembelajaran siswa selama 3 bulan dan melatih aspek leadership di setiap individu siswa.
Baca Juga: Amalan Melalui Sosmed Ini Besar Pahalanya, Ustadz Hanan Attaki: Dahsyat Kebaikannya
"Jadi anak-anak itu bisa tahu tujuan belajarnya seperti apa, jadi ada hasilnya dibuat selama proses pembelajaran sebelumnya. Jadi dikaitkan dengan langsung dikehidupan sehari-hari," ucapnya.
Kesulitannya, lanjut dia, saat pembuatan product, siswa-siswi masih harus mencoba beberapa kali sampai berhasil dan SSP sendiri kesulitan ada pada memunculkan rasa percaya diri siswa ketika harus menghadapi orang lain.
"Kendati begitu, mereka sudah punya modal dari kelas satu terbiasa melaksanakan SSP," ucapnya.
Baca Juga: Pernah Jadi Cita-cita, Hengky Kurniawan Sebut Little Madina Bakal Berikan Multi Effect
Dia berharap, dalam kegiatan ini bisa menginspirasi kepada teman-teman lainnya dan bisa memacu semangat anak-anak untuk berjuang melawan kebodohan, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir seperti halnya perjuangan para pahlawan yang mereka tuangkan dalam sebuah karya berupa diorama.
"Mudah-mudahan anak-anak terus berkarya, bisa membangun semangat anak-anak. Jangan sampai terhalang sama pandemi Covid-19," tambahnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


