Sebanyak 21 Halte Terbengkalai Sudah Dibongkar DIshub Kota Bandung

Dinas Perhubungan (Dishub) membongkar puluhan halte terbengkalai dan tidak dipergunakan sesuai fungsi. Tercatat ada 21 halte yang telah selesai diruntuhkan.

Sebanyak 21 Halte Terbengkalai Sudah Dibongkar DIshub Kota Bandung
Dishub Kota Bandung sudah membongkar 21 halte yang terbengkalai.

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) membongkar puluhan halte-terbengkalai'>halte terbengkalai dan tidak dipergunakan sesuai fungsi. Tercatat ada 21 halte yang telah selesai diruntuhkan.

Kepala Bidang Prasarana Dishub Kota Bandung Panji Kharismadi mengatakan, ke-21 halte telah selesai dibongkar dengan biaya mencapai Rp190 juta. Jumlah itu termasuk perbaikan trotoar.

“Satu halte itu sekitar Rp10 jutaan. Tetapi penyerapan kondisinya berbeda-beda. Mungkin di halte ini biaya bongkar, dan renovasinya lebih murah. Jadi tidak bisa disamaratakan. Harga paving block juga beda-beda, tergantung haltenya,” kata Panji Kharismadi, Senin 15 Agustus 2022.

Panji Kharismadi menyebut, bahwa halte'>pembongkaran halte tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar akibat terhalang halte yang sudah terbengkalai dan kondisinya yang telah beralih fungsi.

“Secara fungsi sudah banyak berubah. Ada yang jadi tempat tinggal PMKS. Ada yang jadi tempat menyimpan sayur, ada yang dipakai jualan burung, dan ada yang karena rekayasa lalu lintas atau perubahan rute tidak dipakai,” ucapnya.

Panji menuturkan, setelah dilakukan pembongkaran. Kini tersisa 251 halte dari 272 halte yang ada. Pihaknya juga terus melakukan evaluasi, dan ada potensi untuk melakukan pembongkaran kembali.

Evaluasi halte ini, dikemukakan Panji mencakup penilaian Sekretaris Daerah (Sekda). Sebab, halte merupakan barang milik daerah. Apabila disetujui, maka akan menghitung nilai pembongkaran.

“Di Sukajadi ada yang harus dibongkar. Sukajadi kan sekarang satu arah. Ke Utara semua. Jadi harusnya yang dipergunakan yang di sebelah kiri saja. Itu ke depannya kita usulkan untuk dibongkar,” ujar dia.

Saat ini kata Panji, terdapat lima tenaga non-PNS yang bekerja setiap harinya. Hal itu merupakan kendala bagi Dishub Kota Bandung, mengingat jumlah halte di Kota Bandung yang tidak sedikit.

“Kalau bersihin satu halte, geser, nah itu udah kotor lagi kan. Terkendala, makanya  kita minta partisipasi masyarakat. Kalau ada halte di Kota Bandung, misal dekat kantornya, dekat sekolahnya mohon partisipasinya untuk minimal dijaga kebersihannya,” tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : Ahmad Sayuti