Sekda Jabar Tantang Gedung Sate Bebas Residu Sampah Februari 2026
Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan di 2026 tidak boleh ada residu sampah yang keluar dari Gedung Sate
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menegaskan, tidak boleh ada lagi residu sampah yang keluar dari lingkungan Gedung Sate, meski operasional mesin insinerator telah dihentikan.
Herman menilai, pengelolaan sampah organik di Gedung Sate itu sejatinya sudah tuntas. sampah jenis ini kata dia, telah diselesaikan melalui metode composting dan budidaya maggot, sehingga tidak lagi menyisakan persoalan berarti.
Namun persoalan serius justru masih tersisa pada sampah anorganik. Herman menyebut, residu sampah anorganik yang masih berada di kisaran 25-30 persen tidak boleh lagi dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
residu tersebut kata dia, harus diselesaikan secara mandiri di lingkungan Gedung Sate, meskipun tanpa dukungan mesin insinerator.
"Jadi masih ada residu 25 persenan yang dibuang ke luar. Sanggup enggak Februari tidak ada sampah yang dibuang ke luar? Semuanya harus selesai di Gedung Sate?," tanya Herman kepada Kepala Biro Umum Setda Jabar, Sekarwati, dikutip Minggu 1 Februari 2026.
Tantangan itu sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemprov Jabar dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, terutama di kawasan perkantoran pemerintah yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Merespons arahan tersebut, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Jabar, Sekarwati menyatakan kesiapan pihaknya, untuk mengupayakan penyelesaian residu sampah anorganik secara mandiri, tanpa lagi mengandalkan pembuangan ke TPAS Sarimukti.
Sekar mengungkapkan, langkah awal yang telah dilakukan adalah penerapan pemilahan sampah di setiap ruangan kerja di lingkungan Gedung Sate. Upaya itu diperkuat dengan penyediaan sarana tempat sampah terpilah guna mempermudah pengelolaan lanjutan.
"Kalau residu, kita bekerjasama dengan LH provinsi dan LH Kota Bandung sementara ini. Nah kemarin, pilah sampah sudah jalan di tiap ruangan. Kita siapkan juga untuk tempat sampah. residu 25-30 persen. Bisa, kita upayakan (tidak ada lagi residu sampah)," kata Sekar menyanggupi.
Editor : Ahmad Sayuti

