Sekda Kota Bandung Minta Kewilayahan Optimalkan Pengawasan TPS

Sekertaris daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna meminta, aparat kewilayahan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi tempat pembuangan sementara (TPS).

Sekda Kota Bandung Minta Kewilayahan Optimalkan Pengawasan TPS
Sekertaris daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna meminta, aparat kewilayahan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi tempat pembuangan sementara (TPS)./Yogo Triastopo

INILAHKORAN, Bandung - Sekertaris daerah (Sekda) Kota Bandung ema sumarna meminta, aparat kewilayahan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi tempat pembuangan sementara (TPS).

"Kita minta seluruh camat, lurah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pengawasan soal kondisi TPS. Saya tidak ingin melihat bukit-bukit sampah di TPS lagi," kata ema sumarna, Jumat 22 September 2023.

Ema menuturkan, aparat kewilayahan harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan TPS di wilayahnya masing-masing. Terlebih, masyarakat mulai membuang sampah dipinggir jalan.

"Apalagi di jalan umum, itu sangat mengganggu kesehatan, estetika kota juga terganggu. Nah penanganan ini harus secara proporsional berbagi dengan yang lain. Pola penanganan jangan hanya di satu titik, yang lain harus tersentuh," ucapnya.

Aparat kewilayahan pun, diminta dia agar tidak bosan mengedukasi masyarakat supaya warga benar-benar mampu menangani sampah. Minimal masyarakat dapat menyelesaikan sampah jenis organik.

Sebab dikemukakan Ema, sebanyak 60 persen sampah yang ada merupakan sampah jenis organik. Apabila hal itu terselesaikan di masyarakat, akan sangat meringankan beban pemerintah.

"Kalau 60 persen terselesaikan, kita hanya mengolah 40 persen. Contoh seperti di kawasan Bengawan. Di sana sekarang sekarang sudah membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM). Mereka ini, nantinya mengolah secara penuh penanganan sampah," ucapnya.

Ema pun berharap, KSM lainnya dapat hadir di semua penjuru kota. Pihaknya tidak mempersoalkan, apabila pemerintah tidak lagi mendapat pungutan dari retribusi sampah yang selama ini diterima.

"KSM nanti pengelolaan nya seperti apa silahkan. Pasti mereka menggandeng pihak ketiga, dan mereka pasti akan mendapatkan benefit dalam bentuk materi dalam pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik. Nah ini ke depan, polanya harus seperti itu," ujar dia.

Diketahui, puluhan TPS di Kota Bandung masih berstatus overload. TPS-TPS tersebut dipenuhi sampah hingga menyerupai bukit. Sampah-sampah juga berserakan hingga ke bahu jalan. *** (Yogo Triastopo)


Editor : JakaPermana