Sekda : Penanganan ODF dan Stunting Harus Sinergi juga Berkolaborasi
Dua kecamatan telah dilakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Sekda Kota Bogor yaitu Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Tengah, dari dua Rakor tersebut kata kuncinya adalah sinergitas dan bersama-sama atau kolaborasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hj Syarifah Sofiah Dwikorawati secara estafet keliling ke enam kecamatan untuk melakukan percepatan penanganan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau lebih akrab dikenal Open Defecation Free (ODF) serta menekan angka stunting di Kota Bogor.
Dua kecamatan telah dilakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Sekda Kota Bogor yaitu Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Tengah, dari dua Rakor tersebut kata kuncinya adalah sinergitas dan bersama-sama atau kolaborasi.
"Evaluasi ODF dan stunting menjadi dua pembahasan rakor ditingkat kecamatan, karena upaya yang kita lakukan sama. Kalau ada pemetaan, dimana daerah yang ODF nya tinggi pasti stuntingnya juga tinggi. Apapun asupan yang diberikan akan percuma kalau hidupnya tidak bersih, maka akan percuma," ungkap Syarifah pada Minggu 9 April 2023.
Syarifah melanjutkan, kepada para lurah dan semua pihak terkait, ditekankan penanganan yang dilakukan harus sinergi dan bersama-sama. Kepada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditunjuk sebagai koordinator wilayah juga ditekankan untuk turun membantu dalam implementasi evaluasi ODF.
"Penanganan dan penyelesaian persoalan ODF maupun stunting agar dijadikan perhatian khusus dan dilakukan secara kolaborasi. ODF dan stunting, saling beririsan sehingga penanganannya tidak jauh berbeda dan harus terukur, terpadu serta terstruktur. Untuk ODF koordinasinya diminta secara benar-benar karena secara kebutuhan pendanaan lebih besar," tutur Syarifah.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Setda Kota Bogor, Irwan Riyanto berharap kepada para lurah dan semua pihak di wilayah langsung menerapkan hal-hal terkait ODF dan stunting yang dibahas dalam rakor agar hasilnya dapat segera terlihat.
"Saya menekankan bangun kolaborasi dengan sektor swasta," ungkapnya.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah menyampaikan, demografis dan topografi Bogor Utara banyak dilalui aliran sungai sehingga menjadi ‘santapan empuk’ bagi warga Bogor Utara yang tinggal di bantaran sungai dan mempengaruhi angka ODF Bogor Utara. Ditambah kondisi ekonomi yang kurang mampu. Dari 6.221 angka ODF Bogor Utara setelah dua bulan dilakukan validasi berkurang menjadi 5.019.
"Pendampingan para direktur ODF sangat diharapkan untuk membantu kami di wilayah, intervensi secara keseluruhannya seperti apa. Berkat bantuan CSR berbagai pihak yang diterima Kecamatan Bogor Utara, total ada 90 rumah yang bisa tersambungkan dengan saluran septictank komunal. Rencananya, KADIN Kota Bogor akan membangun satu titik di setiap kelurahan," ungkap Riki.
Terpisah, Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha memaparkan, melalui program Berkunjung Ke Wilayah Setiap Hari (Berlari) Kecamatan Bogor Tengah, dirinya bersama para lurah dan jajaran turun ke wilayah masing-masing setiap hari satu RW untuk memetakan ODF dan stunting. Dari data ODF tahun 2023, tercatat ada 6.057 titik setelah di validasi ke wilayah belum secara keseluruhan, namun dari data validasi yang didapat dari beberapa RW pada Kelurahan Tegallega ada 178 data yang salah, selanjutnya 41 di Kelurahan Ciwaringin.
“Untuk data stunting sampai akhir bulan Maret 2023, kami reduksi sebanyak 633 data stunting. Itu sudah rekonsiliasi dengan Dinas Kesehatan. Saya berpendapat sungai dan anak sungai menjadi 'makanan empuk' warga yang tidak peduli ODF. Selain itu, kondisi demografis, kepadatan penduduk, faktor ekonomi serta terakhir mental dan kultur," tuturnya.
"Upaya memberikan solusi bagi warga dengan membangun septic tank sudah dilakukan pihak Kecamatan Bogor tengah, namun kendala yang ditemui adalah muncul air di kedalaman 50 cm karena lahan yang ada merupakan tebing. Disamping kepadatan rumah yang hanya menyisakan jalan berupa gang berjarak 1 meter. Temuan di lapangan adalah tidak sedikit warga yang mampu secara ekonomi tetapi tidak memiliki septic tank pribadi," tambah Dicky.
Dicky memaparkan, membangun kemitraan dengan para pelaku usaha di dan semua tempat ibadah untuk menyatukan pandangan bahwa ODF dan stunting adalah permasalahan bersama tidak hanya Pemerintah Kota Bogor, menjadi salah satu strategi yang dilaksanakan Kecamatan Bogor Tengah.
"Alhamdulillah dari semua yang kami datangi, semua siap mendukung penanganan ODF dan stunting di Kecamatan Bogor Tengah sesuai kapasitas dan kemampuannya," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

