Warga Rasakan Perubahan Program Percepatan ODF, Kini Jarang yang BABS

Masyarakat Kota Bogor merasakan langsung perubahan dari program percepatan Open Defecation Free (ODF) Kota Bogor, terlebih sudah adanya septic tank komunal.

Warga Rasakan Perubahan Program Percepatan ODF, Kini Jarang yang BABS
Kini, warga mengaku aliran sungai-sungai besar maupun kecil sudah sangat jarang masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Masyarakat Kota Bogor merasakan langsung perubahan dari program percepatan penanganan Open Defecation Free (ODF) Kota Bogor, terlebih sudah adanya septic tank komunal dari Pemkot Bogor pada beberapa wilayah. 

Kini, warga mengaku aliran sungai-sungai besar maupun kecil sudah sangat jarang masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS). 

Warga kampung Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Taufik (27) mengatakan semenjak adanya program septic tank komunal dari pemerintah, sudah jarang masyarakat yang BABS di sungai Ciliwung khusunya wilayah Sukamulya. 

"Ya, alhamdulillah sekarang di sungai Ciliwung sudah sangat jarang ada yang BABS. Kan sudah disediakan septik tank komunal dan toilet untuk warga. Kalau dahulu atau lima tahun ke belakang masih ada yang BABS di Sungai Ciliwung," ungkap Taufik kepada INILAHKORAN, Selasa (31/3/2026).

Taufik memaparkan, wilayah Sukamulya ini masuk Kelurahan Sukasari, khusus di wilayah sini sudah tidak ada yang BABS di sungai, namun di wilayah sebrang masuk Kelurahan Baranangsiang tidak mengetahui pasti. 

"Kalau warga sini, sudah tidak ada yang BABS. Kalau yang orang yang lewat ataupun pemulung sih katanya kadang ada BABS," tuturnya. 

Sementara itu, warga Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Deni S (47) mengatakan, untuk percepatan ODF sudah dirasakan di wilayahnya, karena saat ini kali Cibagolo sudah tidak ada yang BABS

"Untuk wilayah kami sudah tidak ada. Kali Cibagolo sudah bersih dan warga siap menjaganya. Kami sudah mendapatkan sosialisasi dari kelurahan dan kecamatan agar tidak BABS. Sudah ada septik tank komunal," terangnya. 

Deni menjelaskan, untuk wilayah Bantarjati ini ada kali Cibagolo dan sungai Ciliwung yang melintas. Selain itu berbatasan dengan wilayah kelurahan Tanah Sareal untuk sungai Ciliwung. 

"Kami sudah saling mengingatkan, jadi menjaga kali Cibagolo. Untuk di sungai Ciliwung terkadang pedagang keliling ataupun yang sering itu pemulung BABS di wilayah masuk Tanah Sareal. Harapan kami sih bisa diingatkan semua elemen menjaga kebersihan sungai dan tidak melakukan BABS," jelasnya. 


Editor : Doni Ramdhani