Sekolah Tak Boleh Jadi Zona Gelap, Polda Jabar Bentuk Sistem Pengawasan Berlapis Anti-Bullying
Polda Jawa Barat resmi membentuk Desk Stop Bullying untuk memutus mata rantai perundungan yang selama ini kerap luput dari pengawasan dan meninggalkan luka panjang bagi korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - sekolah di Jawa Barat kini diawasi ketat. Polda Jawa Barat resmi membentuk Desk Stop Bullying untuk memutus mata rantai perundungan yang selama ini kerap luput dari pengawasan dan meninggalkan luka panjang bagi korban.
Desk Stop Bullying hadir bukan sekadar simbol. Sistem ini dirancang untuk bekerja cepat, terintegrasi, dan menjangkau seluruh elemen, dari ruang kelas hingga dunia digital. Polda Jabar menegaskan, bullying adalah ancaman serius bagi masa depan anak dan tak bisa ditangani secara setengah-setengah.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, desk ini akan menjalankan fungsi pemantauan, pendampingan psikologis, hingga penegakan hukum secara proporsional.
“Kami membangun ekosistem pengawasan berlapis yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat. Anak-anak harus merasa aman untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Tak hanya aparat dan instansi pemerintah, unsur sekolah juga didorong menjadi benteng utama pencegahan. Guru bimbingan konseling, OSIS, PMI, Pramuka, hingga Patroli Keamanan Sekolah dilibatkan aktif sebagai mata dan telinga di lingkungan pendidikan.
Pencegahan dilakukan melalui edukasi anti-bullying secara rutin, kebijakan sekolah yang tegas, pembentukan tim pencegahan, hingga penguatan iklim sekolah yang aman dan suportif. Seluruhnya dievaluasi secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan mitra eksternal.
Polda Jabar berharap Desk Stop Bullying menjadi tonggak perubahan, memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sekaligus menjaga hak anak agar tidak dirampas oleh kekerasan.
Editor : Ahmad Sayuti

