Sekolah Unggulan Tak Menjamin Lulusannya Masuk Universitas Negeri
Kepala KCD Wilayah VII Ai Nurhasan tak memungkiri jika hingga saat ini masyarakat masih terbawa sejarah masa lalu yang masih beranggapan adanya sekolah unggulan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Kepala KCD Wilayah VII Ai Nurhasan tak memungkiri jika hingga saat ini
masyarakat masih terbawa sejarah masa lalu yang masih beranggapan adanya sekolah unggulan.
Alhasil, masih banyak para orang tua yang memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah unggulan. Padahal, saat ini banyak sekolah swasta yang sudah setara bahkan lebih bagus dari sekolah negeri.
Selain itu, paradigama tersebut juga berdampak pada kuota pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 untuk jenjang SMA/SMK yang melebihi batas kuota.
”Faktanya sekolah ungulan tersebut tidak bisa menjamin lulusannya bisa masuk Universitas Negeri atau mendapat pekerjaan yang bagus,” katanya Ai di Kantor KCD Wilayah VII, Jalan Baros Kota Cimahi, Selasa 13 Juni 2023.
Menyikapi fenomena tersebut, Ai meminta kepada orang tua siswa agar jangan takut menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
Termasuk, bagi siswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi agar tidak takut menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.
”Saat ini ada berbagai program bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah. Mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat semua ada program bantuan pendidikan,” ujarnya.
”Seperti di Kota Bandung ada bantuan untuk warga rawan melanjutkan pendidikan (RMP). Di Provinsi juga ada beberapa program bantuan pendidikan,” sambungnya.
Selain itu, lanjutnya, saat ini DIsdik Jabar juga bakal meminta bantuan sekolah swasta untuk mau menampung siswa dari keluarga kurang mampu.
”Kita akan rapat dengan sekolah swasta dan akan minta minimal 10 persen kuota yang ada dialokasikan bagi siswa yang kurang mampu. sukur-sukur bisa 20 persen,” paparnya.
Kendati begitu, Ai memastikan pelaksanaan PPDB Tahap I sejauh ini berjalan lancar tidak ada kendala yang berarti.
"Apalagi sebelumnya pihak DIsdik sudah melakukan berbagai upaya. Termasuk mengantisipasi kendala yang bisa terjadi di daerah yang blank spot," ujarnya.
Ai menyebut, ada banyak pilihan bantuan pendaftaran di PPDB 2023 ini. Dimana calon siswa bisa daftar melalui sekolah asal, bisa juga melalu SMA atau SMK yang dituju.
”Saat ini semua sekolah punya loket untuk membantu proses pendaftaran. Semua kita lakukan agar proses PPDB berjalan lancar,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat (DIsdik Jabar) mencatat ada sebanyak 30.450 siswa mendaftar yang mendaftar pada Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap I.
Dari jumlah 30.450 tersebut, sebanyak 16.126 siswa yang terdiri dari 13.306 mendaftar ke SMA Negeri di Bandung dan 2.820 mendaftar ke SMA Negeri di Cimahi.
Sementara untuk jenjang SMK tercatat ada 14.324 mendaftar, dengan rincian 10.848 siswa mendaftar di SMKN Kota Bandung dan 3.476 mendaftar di SMK Negeri yang ada di Kota Cimahi. *** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

