Selain Megathrust, BPBD KBB Minta Masyarakat Waspadai Sesar Lembang
Ancaman gempa megathrust yang disebut-sebut bakal mengguncang wilayah Indonesia menuai kekhawatiran banyak pihak. Kekhawatiran juga dirasakan warga yang bermukim di kawasan Sesar Lembang yang berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo 6,8-7.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ancaman gempa megathrust yang disebut-sebut bakal mengguncang wilayah Indonesia menuai kekhawatiran banyak pihak. Kekhawatiran juga dirasakan warga yang bermukim di kawasan Sesar Lembang yang berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo 6,8-7.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Meidi mengatakan Sesar Lembang hingga saat ini masih aktif dan berpotensi memicu gempa bumi.
Kendati begitu, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di zona Sesar Lembang agar tidak cemas dan takut, namun harus lebih meningkatkan mitigasi bencana.
"Pemerintah akan terus memantau kondisi Sesar Lembang dengan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait," kata Meidi belum lama ini.
Berdasarkan informasi dan data yang pihaknya miliki, adanya Sesar Lembang ini memang harus diwaspadai.
"Masyarakat boleh takut tapi punten saya mohon dengan sangat, jangan ketakutan," katanya.
Meidi menyebut, titik nol Sesar Lembang berada di Desa Bojong Koneng Kecamatan Ngamprah hingga ujung timur di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang dengan panjang 29,5 km.
"Atas dasar data yang ada sama saya, itu (sesar) tetap bergerak ke kiri dan ke kanan serta ke dalam. Jadi mohon maaf, saya harus bicara dan menganalisa secara pahit, tidak manis, itu bisa terjadi kapan saja," sebutnya.
Selain mitigasi, lanjut Meidi, pihaknya meminta masyarakat terutama umat muslim terus berdoa agar kejadian yang ditakutkan itu tidak sampai terjadi.
"Harapan semua ini jangan sampai terjadi, ya kalau itu terjadi, saya tidak bisa membayangkan seperti apa nanti dampaknya. Baik nyawa, ekonomi hancur, bukan hanya KBB termasuk juga wilayah Bandung Raya," paparnya.
Dikatakan Meidi, BPBD KBB sudah bekerjasama dengan Forum Relawan Bandung Barat dengan membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di beberapa sekolah di Desa Cikahuripan Lembang.
"Kedepan insyaallah, saya akan komunikasi dengan Kadisdik kita akan berkeliling ke sekolah-sekolah di Lembang untuk menyosialisasikan dan mitigasi bencana," paparnya.
Kemudian, BPBD KBB juga bakal menambah jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) di Bandung Barat. Setelah itu terwujud, BPBD langsung membentuk Kecamatan Tanggap Bencana (Kencana).
"Karena bencana kapan pun, dimana pun bisa terjadi. Kita semua harus siap, termasuk itu unsur pemerintahan, masyarakat," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

