Pemprov Jabar Siapkan 111 Titik Evakuasi di Jalur Sesar Lembang, Targetkan Zero Korban Jiwa
Bencana alam yang melanda Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini, menjadi pengingat keras bahwa Bandung Raya berada di kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana, mulai dari longsor hingga gempa bumi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – bencana alam yang melanda Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini, menjadi pengingat keras bahwa Bandung Raya berada di kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana, mulai dari longsor hingga gempa bumi.
Namun bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung (BP Cekban), kondisi tersebut justru menjadi tantangan strategis, bagaimana memastikan setiap peristiwa bencana tidak sampai merenggut korban jiwa.
Kepala BP Cekban, Deny Djuanda mengungkapkan, pihaknya telah merampungkan program quick win yang segera dijalankan, khususnya untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Bandung Raya.
Deny menegaskan, fenomena alam seperti longsor maupun gempa bumi tidak mungkin dicegah. Namun dampaknya terhadap manusia dapat diminimalkan melalui perencanaan dan kesiapan yang tepat.
"Jadi prinsipnya itu, tidak ada yang meninggal karena alam," kata Deny saat ditemui di Kota Bandung, Senin, 26 Januari 2026.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan BP Cekban adalah pembangunan titik-titik evakuasi yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Dengan demikian, masyarakat memiliki arah dan tujuan yang jelas saat bencana terjadi.
"Jadi kalau ada apa-apa, keluar dari rumah, lari ke mana (ada tujuan). Nanti dibangun tempat evakuasi," ucapnya.
Saat ini, penentuan lokasi titik evakuasi masih dalam tahap kajian, terutama di sepanjang jalur Sesar Lembang yang membentang sekitar 20 kilometer. Dari panjang tersebut, BP Cekban merencanakan pembangunan total 111 titik evakuasi.
"Tapi nanti bentuknya dan ini mudah-mudahan kalau nanti Pak Gubernur sudah dapat memutuskan, itu harus tahan gempa ataupun beradaptasi dengan gempa," katanya.
Menurut Deny, seluruh upaya tersebut berpijak pada satu prinsip utama, yakni memastikan tidak ada korban jiwa ketika bencana melanda Bandung Raya. Ia mencontohkan penerapan mitigasi bencana di negara lain yang dinilai berhasil.
"Pokoknya yang penting jangan ada yang meninggal, itu aja. Jadi manusia ini kan mahal dan ilmunya ada, sudah diterapkan di Rusia," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


