Pemprov Jabar Kucurkan Rp1,3 Miliar, Dedi Mulyadi Sebut Bantuan untuk Kontrakan Pengungsi Korban Longsor Cisarua
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucurkan Rp1,3 miliar, membantu pengungsi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk mengontrak rumah usai rumah mereka luluh lantak oleh longsor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucurkan Rp1,3 miliar, membantu pengungsi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk mengontrak rumah usai rumah mereka luluh lantak oleh longsor.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan pemberian uang kontrakan ditempuh sebagai langkah cepat untuk mengurangi kepadatan pengungsian yang berada di wilayah rawan longsor, sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan warga terdampak.
“Daripada numpuk di sini lebih baik cari kontrakan. Setiap kepala keluarga kita siapkan Rp10 juta untuk bekal hidupnya. Jadi tidak lagi ada numpuk orang di sini, tidur di sini,” ujar Dedi, Senin 26 Januari 2026.
Dedi menjelaskan, bantuan uang kontrakan hanya diberikan kepada kepala keluarga yang rumahnya terdampak langsung longsor. Dengan relokasi sementara tersebut, kawasan bencana dapat dikosongkan agar proses evakuasi dan pencarian korban berjalan lebih optimal.
“Kita fokus untuk nanganin korban yang belum ditemukan gitu. Kita siapkan Rp1,340 miliar hari ini. Kita prioritaskan yang ngungsi di sini dulu aja,” ucapnya.
Selain bantuan kontrakan, Pemprov Jabar juga memastikan pemberian santunan kematian sebesar Rp25 juta bagi setiap korban meninggal dunia. Santunan disalurkan kepada ahli waris, termasuk bagi keluarga yang rumahnya tidak terdampak longsor namun kehilangan anggota keluarga.
“Yang meninggal nanti saya kasih santunan Rp25 juta, nanti akan diberikan ke ahli warisnya, santunan kematian untuk setiap keluarga korban,” katanya.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Dedi Mulyadi didampingi Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman. Warga yang telah menerima bantuan kontrakan diminta tidak lagi bertahan di lokasi pengungsian demi menghindari risiko kesehatan.
“Kalau masih di pengungsian, nanti stres rentan penyakit,” ucapnya.
Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan korban longsor terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, serta relawan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, berdasarkan data sementara hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan 14 korban meninggal dunia di Desa Pasirlangu.
Adapun di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, jumlah korban meninggal dunia tercatat dua orang. Selain itu, di Pasirlangu masih dilaporkan 76 warga belum ditemukan.
“Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan,” kata Abdul dalam rilis resmi BNPB, Minggu (25/1/2026).
Korban yang telah teridentifikasi telah diserahterimakan kepada pihak keluarga, sementara korban yang belum teridentifikasi masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Upaya pencarian korban turut melibatkan pengerahan alat berat. Namun, kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi, sehingga operasi SAR dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk pencarian korban serta pendataan rumah warga yang rusak akibat longsor. ***
Editor : JakaPermana

