Selain Optimalisasi Embung, Adhitia Yudhistira Ajak Semua Pihak Taubat Ekologi
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berencana melanjutkan proyek pembangunan kolam retensi atau embung di Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi yang sempat mangkrak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berencana melanjutkan proyek pembangunan kolam retensi atau embung di Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi yang sempat mangkrak.
Pasalnya, keberadaan embung di Pasirkaliki itu diharapkan bisa menjadi solusi persoalan banjir di beberapa wilayah di Cimahi yang tak kunjung terselesaikan.
Diketahui, struktur embung di Pasirkaliki yang dibangun sejak 2021 itu masih berupa pengerukan tanah. Sehingga, daya tampung proyek hasil kerja sama antara Pemkot Cimahi dan Pemkot Bandung belum bisa dipergunakan secara optimal.
Padahal, jika embung di Pasirkaliki tersebut sudah dibangun 100 persen maka diperkirakan bisa menampung air hingga 59 ribu meter kubik.
"Terkait embung di Pasirkaliki itu, proses komunikasi dengan BBWS sempat terhenti sehingga bangunannya belum optimal. Tapi kita lanjut lagi nanti komunikasi dengan mereka," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, Minggu 16 Maret 2025.
Adhitia menegaskan, keberadaan embung tersebut bakal dioptimalkan untuk meminimalisir limpahan air dari wilayah utara sehingga bisa tertampung.
"Limpahan air tidak semuanya mengalir ke selatan dan kalau dibiarkan gjni terus jadi gak beres-beres masalah banjirnya," jelasnya.
Selain itu, sambung Adhitia, untuk bisa menyelesaikan persoalan banjir yang tak kunjung usai tak bisa diselesaikan Pemkot Cimahi sendiri.
"Jadi antara Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat dan Wali Kota Bandung harus ngobrol," ucapnya.
Adhitia meyakini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bakal memfasilitasi hal tersebut lantaran tujuannya untuk menyelesaikan banjir di cekungan Bandung.
"Bencana banjir ini rata kok, di Kota Bandung banjir, termasuk di Braga. KBB juga diterjang banjir bandang," katanya.
"Kita harus duduk bareng, kalau kata pak gubernur sudah waktunya kita melakukan pertaubatan Ekologi, itu bener," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

