Dari Dapur ke Meja Anak, Cimahi Pastikan MBG Aman dan Sehat

Wakil Wali Kota Cimahi memastikan keamanan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak, agar gizi terjaga dan bebas risiko keracunan.

Dari Dapur ke Meja Anak, Cimahi Pastikan MBG Aman dan Sehat
Keamanan pangan dalam Program MBG untuk balita dan anak sekolah tidak bisa dinegosiasikan. (Foto: Agus Satia Negara/InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menegaskan, keamanan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita dan anak sekolah adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan.

Setiap komoditas yang disajikan kepada anak-anak wajib melalui pengawasan berlapis, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga bebas dari risiko bahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

"Dispangtan Kota Cimahi telah memastikan setiap bahan pangan untuk MBG lulus uji mutu dan memenuhi standar yang ditetapkan. Kita tidak boleh mengambil kesalahan sedikit pun dalam hal ini," kata Adhitia, Kamis (15/1/2026).

Program MBG di Kota Cimahi menekankan penggunaan pangan segar asal tumbuhan, seperti sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian, sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun, potensi manfaat tersebut bisa menjadi ancaman bila tidak diolah dan disimpan dengan tepat.

"Keracunan makanan sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang cara memilih, mengolah, dan menyimpan bahan pangan," katanya.

Oleh karena itu, Pemkot Cimahi secara rutin menyelenggarakan sosialisasi melalui program Penyuluhan dan Sertifikasi Aparatur Terampil (PSAT). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Satuan Pelaksana Penyedia Pangan (SPPG).

"Para petugas tidak hanya dibekali pengetahuan gizi, tetapi juga teknis keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyimpanan yang higienis," jelasnya.

Adhitia mengajak seluruh pihak terkait untuk berkomitmen menjaga kualitas pangan MBG. Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan hajat bersama yang membutuhkan kontribusi aktif semua pemangku kepentingan.

"MBG adalah tanggung jawab bersama. Kami akan melaksanakan pengawasan kolektif yang melibatkan Kejaksaan, Kepolisian, Kodim, dan seluruh pihak terkait," ujarnya.

"Tujuan kita satu, yakni memastikan tidak ada satupun kasus keracunan makanan akibat program MBG di Kota Cimahi," tegasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur