Selat Malaka Bebas Dilintasi Tanpa Dipungut Biaya, RI dan Singapura Sepakat

Indonesia dan Singapura sekapat jika Selat Malaka bebas dilintasi semua pihak tanpa harus dipungut biaya.

Selat Malaka Bebas Dilintasi Tanpa Dipungut Biaya, RI dan Singapura Sepakat
Ilustrasi peta Selat Malaka.

INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya beredar isu bahwa Indonesia akan memungut biaya bagi semua pihak yang melintasi Selat Malaka.

Kabar ini sempat menghenohkan media sosial di tengah konflik Timur Tengah yang terjadi di Selat Hormuz yang memicu munculnya isu biaya saat melintasi Selat Malaka.

Kini, Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur yang bebas dilalui semua pihak dan memastikan keamanannya dari kecelakaan dan perompakan.

"Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka, kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak," tutur Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan bersama Perdana Menteri Singapura (PM) Lawrence Wong.

Kedua negara saat ini sepakat untuk terus memelihara keamanan dan perdamaian di wilayah sekitar Selat Malaka, termasuk dari potensi polusi, kecelakaan atau upaya perompakan dan pembajakan, sesuatu yang vital bagi negara-negara yang berada di jalur pelayaran penting itu.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia akan terus berkoordinasi dengan negara-negara di sekitar Selat Malaka, yaitu Singapura, Malaysia dan Thailand untuk menjaga sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 bahwa jalur itu akan selalu terbuka dan aman diakses oleh semua pihak.***


Editor : Irma Nurfajri