Sentuh 64 Persen, Vaksinasi Jabar Masih Tertinggi di Indonesia
Jabar masih menjadi provinsi dengan tingkat vaksinasi tertinggi di Indonesia dengan menyentuh angka 64 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Capaian program vaksinasi di Jabar sudah menyentuh angka 64 persen dari target yang telah ditetapkan.
Bersamaan dengan itu, capaian vaksinasi di Jabar hingga saat ini masih tertinggi di Indonesia.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan, pihaknya terus menggenjot capaian vaksin agar kian maksimal.
"Posisinya di 64 persen, masih kita kebut. Beberapa daerah kemungkinan akan tercapai, beberapa daerah lagi kita push, masih belum (bagus)," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Kamis 11 November 2021
Baca Juga: Kota Bandung Masih Tunggu Instruksi Pusat Terkait Vaksinasi Covid-19 Usia 6-11 Tahun
Ridwan Kamil menjelaskan, kendati berada di 64 persen namun capaian vaksinasi tersebut masih sesuai dengan harapan. Mengingat capaian vaksinasi di sebagian daerah di Jabar sudah di atas 70 persen.
"Sementara on the track. Kalau 64 persen itu sebagian daerah udah di atas 70 persen. Cuman, karena dirata-rata dengan daerah yang di bawah, jadi jatohnya di 64 persen," jelasnya.
Secara umum, capaian vaksinasi di Jabar hingga saat ini masih terbesar di Indonesia dimana warga yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 23 juta orang dan dosis kedua 14 juta orang.
Baca Juga: Angka Persentase Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Naik Merayap, Ini Penyebabnya
"Kalau overall, kita ini terbanyak se-Indonesia jumlah vaksinasi. Dosis satu yang diserap kita itu 23 juta, dosis 2 kita 14 juta. Dibandingkan Jateng, Jatim, DKI, dan lain lain," terangnya.
Meski menempati posisi tertinggi dalam jumlah warga yang divaksin, namun Ridwan Kamil mengakui bahwa persentase vaksinasi Jabar masih tertinggal mengingat jumlah penduduk di Jabar terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Garut Tinggal Satu Persen Menuju PPKM Level 2
"Jumlah yang disuntiknya jauh lebih banyak, tapi kalau dipersentasekan balik lagi. Sudah bagus, cuma kalau jumlah penduduknya banyak tentu berpengaruh," jelasnya.***(Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


