Angka Persentase Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Naik Merayap, Ini Penyebabnya

Dalam kurun waktu satu minggu, persentase vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor hanya meningkat 1 persen. Angkanya kini menjadi 52 persen.

Angka Persentase Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Naik Merayap, Ini Penyebabnya
Dalam kurun waktu satu minggu, persentase vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor hanya meningkat 1 persen. Angkanya kini menjadi 52 persen.

INILAHKORAN, Bogor - Dalam kurun waktu satu minggu, persentase vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor hanya meningkat 1 persen. Angkanya kini menjadi 52 persen.

Wakil Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Sukur Hermanto mengatakan, penyebabnya karena tim tenaga kesehatan (nakes) atau vaksinator harus mendatangi kampung-kampung atau desa-desa.

"Saat ini, kami kesulitan dalam meminta masyarakat untuk mendatangi sentra-sentra vaksinasi di setiap wilayah," kata Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor itu, Selasa 9 November 2021.

Baca Juga: TNI AL Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor

Sukur menerangkan, saat ini beberapa kecamatan terluar yang berbatasan langsung dengan Pemprov Banten merupakan wilayah yang persentase rendah vaksinasi Covid-19.

"Kecamatan Cigudeg, Sukajaya, Nanngung dan lainnya yang berada di wilayah barat Kabupaten Bogor termasuk terendah presentase vaksinasi Covid-19. Untuk menuju ke kantor kecamatan saja itu, kami bisa berjam-jam tibanya dan itu belum tiba ke kampung-kampung pelosok, hingga Nakes dan vaksinator harus menginap di lokasi hingga bisa maksimal," terangnya.

Dia menjelaskan, lantaran vaksin Covid-19 harus dalam kondisi dengan suhu dingin atau tertentu pihaknya pun menitipkan vaksin tersebut ke rumah sakit atau Puskesmas setempat yang punya lemari pendingin.

Baca Juga: Vaksinasi Sudah 50 Persen, Kok Kabupaten Bogor Masih PPKM Level 3? Ternyata Ini Penyebabnya

"Vaksin Covid-19 itu harus disimpan di lemari pendingin lalu kalau dia ditaruh di cool boks maksimal hanya bertahan selama 8 jam. Karena lokasi warga ada di pelosok kampung dan pemukimannya terpencar-pencar, kami pun harus merencanakan vaksinasi secara matang agar vaksin Covid-19 tidak rusak," jelasnya.

Sedangkan, Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi melanjutkan, pihaknya bersama Koramil Ciomas, Kecamatan Ciomas dan pemerintah desa setempat, hari ini membuat 14 titik sentra vaksinasi Covid-19.

"Saat ini presentase vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Ciomas baru 54 persen dan untuk meningkatkan presentase ke angka 70 persen, kami pun secara berkala melakukan vaksinasi Covid-19 dan melakukan tindakan persuasif karena di wilayah kami masih banyak masyarakat yang tidak paham manfaat vaksinasi Covid-19 dan juga banyak juga yang takut akan jarum suntik," ucapnya.***(reza zurifwan)


Editor : inilahkoran