Senyum Bahagia Mak Anih, Rumah Berdinding Bilik Bambu Itu Rampung Diperbaiki Polres Cimahi

Sebuah senyum bahagia terukir di balik masker hitam yang dikenakan Anih usai rumah tidak layak huni yang ditinggali bersama anak bungsunya kini bisa ditempati dengan nyaman setelah diperbaiki atau dilakukan bedah rumah oleh Polres Cimahi.

Senyum Bahagia Mak Anih, Rumah Berdinding Bilik Bambu Itu Rampung Diperbaiki Polres Cimahi
Kapolres Cimahi AKB Tri dan Mak Anih usai memperbaiki rumah tidak layak huni oleh Polres Cimahi/Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah senyum bahagia terukir di balik masker hitam yang dikenakan Anih usai rumah tidak layak huni yang ditinggali bersama anak bungsunya kini bisa ditempati dengan nyaman setelah diperbaiki atau dilakukan bedah rumah oleh Polres CImahi.

Betapa tidak, rumah tidak layak huni warga Kampung Cuhcur, RT 03/01, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang itu sebelumnya mirip gubuk berdinding bilik bambu dengan kondisi rusak dan atap yang sudah lapuk. Bahkan, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, Anih memilih diam di luar rumah lantaran atap yang tak memungkinkan sebagai tempat untuk berteduh.

Kini, kekhawatiran itu sudah tak menghantui Anih lantaran rumahnya yang bocor ittu sudah direhab dan berdiri dengan kokoh. Beruntungnya, lansia berumur 75 tahun itu tak mengeluarkan uang sepeserpun dalam proses bedah rumahnya. Dia dan anak bungsunya, Junaedi (37) cukup duduk manis saja sampai proses perbaikan yang dilakukan oleh Polres Cimahi selesai.

"Alhamdulillah senang sekali, sekarang rumahnya sudah bagus setelah diperbaiki Pak Kapolres Cimahi," kata Junaedi, Kamis 19 Desember 2024.

Bersama sang ibu (Anih), Junaedi mengaku sudah tinggal di rumah tersebut hampir 30 tahun lamanya, Menurutnya, rumah itu dibangun di atas lahan hasil pembelian dari adiknya. 

Puluhan tahun berselang, baru kali ini rumahnya mendapatkan sentuhan perbaikan.

"1,5 bulan perbaikannya, kemarin tinggal di rumah kakak dulu. Sekarang rumahnya sudah enggak bocor, lebih bagus, bersih," kata Junaedi.

Kendati secara fisik kondisi rumah Anih baru, namun di dalamnya bakal tetap sama seperti dulu. Bahkan, tidak ada satu pun barang elektronik, sebab menurut Junaedi sudah punya lampu sendiri pun baik dirinya maupun sang ibu sudah teramat bersyukur.

"Enggak ada (perabotan baru), paling sama seperti dulu. Sekarang mau beres-beres dulu, biar bisa cepat pindah ke sini," ujar Junaedi. 

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan perbaikan rumah Anih itu sebagai bentuk kepedulian polisi pada masyarakat yang membutuhkan. 

Menurutnya, tiap 5 tahun rumah Mak Anih ini kerap didatangi orang yang mengatakan bakal memperbaiki rumahnya namun tidak pernah ada realisasi.

"Kami memperbaiki ini bukan karena ada niat lain, tapi murni membantu dan hadir untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Tri.*** 


Editor : Ahmad Sayuti