Sepanjang 2022, Digitalisasi Topang Bank Mandiri
Proses digitalisasi yang gencar dilakukan Bank Mandiri membuahkan hasil positif. Layanan digital menyokong pertumbuhan kinerja sepanjang 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Proses digitalisasi yang gencar dilakukan Bank Mandiri membuahkan hasil positif. Layanan digital menyokong pertumbuhan kinerja sepanjang 2022.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2022 itu diperoleh melalui strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan proses optimalisasi digitalisasi perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis pada semua segmen serta rasio dana murah (current account and saving account/CASA).
Hasil itu tercermin dari transaksi digital Bank Mandiri melalui Livin’ dan Kopra by Mandiri yang tumbuh signifikan pada 2022. Tercatat saat ini Livin’ by Mandiri diunduh lebih dari 22 juta kali dalam kurun waktu 15 bulan terakhir. Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini juga telah hadir dalam versi mobile app, juga meningkat hampir empat kali lipat dalam satu tahun terakhir menjadi 83 ribu pengguna.
Melalui serangkaian inovasi dan digitalisasi yang dilakukan dalam setahun terakhir, Livin’ by Mandiri telah mampu melayani lebih dari 1,64 miliar transaksi finansial. Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri selama 2022 menembus Rp2.435 triliun atau tumbuh 48,4% (yoy).
Pada periode yang sama, wholesale digital super platform Kopra by Mandiri berhasil mengelola Rp18.567 triliun transaksi hingga akhir tahun atau tumbuh 22% (yoy). Platform digital super lengkap yang dinikmati beragam nasabah mulai dari pengusaha dari segmen korporasi, menengah hingga kecil atau UKM pun telah mampu melayani berbagai kebutuhan transaksi di manapun dan kapan pun.
“Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan, transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa 31 Januari 2023.
Secara rinci, dia menjelaskan total DPK Bank Mandiri tumbuh positif 15,46% (yoy) dari Rp1.291,2 triliun di akhir 2021 menjadi Rp1.490,8 triliun di akhir 2022.
Kinerja positif itu diitopang peningkatan dana giro serta tabungan yang naik masing-masing 31,2% dan 13,5% (yoy). Ekspansi digital tersebut pun berbuah manis terhadap rasio CASA Bank Mandiri secara bank only di akhir 2022 yang kini mencapai 77,64%, naik 365 bps (yoy) melampaui rata-rata industri perbankan.
Tak berhenti berinovasi, Bank Mandiri pun konsisten memperluas layanan digital melalui super app Livin’ by Mandiri. Tidak hanya di dalam negeri, kini aplikasi digital andalan Bank Mandiri sudah dapat dinikmati nasabah yang berada di 118 negara mulai dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Singapura dan puluhan negara lainnya.
“Bank Mandiri menjadikan seluruh layanan terdigitalisasi secara total untuk hadir sebagai one stop financial solution bagi nasabah, termasuk Livin' by Mandiri yang menyapa secara langsung masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia. Livin’ pun kini hadir around the world,” tambahnya.
Berkat penajaman bisnis yang diiringi dengan digitalisasi yang semakin matang, laju pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri pun membuahkan hasil positif. Sampai dengan akhir Desember 2022 pendapatan nonbunga Bank Mandiri secara bank only telah menembus Rp27 triliun, dari jumlah itu FBI Livin’ dan Kopra by Mandiri masing-masing menyumbang pertumbuhan sebesar 13,11% (yoy) dan 10% (yoy).
digitalisasi Bank Mandiri juga membuat perseroan lebih efisien secara bisnis. Tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional yang turun hampir 10% menjadi 57,35%. Performa bisnis dan keuangan yang tumbuh pesat turut membuat harga saham Bank Mandiri atau BMRI ikut melesat sepanjang tahun ini. Harga saham BMRI bahkan sempat menyentuh level all time high sebesar Rp10.900 per lembar saham pada 6 Desember 2022.
Jika dirinci secara tahunan, kata dia, hingga Desember 2022 kenaikan nilai saham BMRI lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bank besar lainnya secara agregat. Tercatat sepanjang 2022 harga saham BMRI meningkat 41,3% ytd) hingga menyentuh harga penutupan saham 2022 sebesar Rp9.925 per lembar saham.***
Editor : Doni Ramdhani

