Sepanjang 2022, Disdamkar Garut Tangani 703 Kejadian Non Kebakaran

selama 1 Januari hingga 31 Desember 2022, ada sebanyak 703 kejadian non kebakaran di Garut ditangani Disdamkar

Sepanjang 2022, Disdamkar Garut Tangani 703 Kejadian Non Kebakaran
selama 1 Januari hingga 31 Desember 2022, ada sebanyak 703 kejadian non kebakaran di Garut ditangani Disdamkar

INILAHKORAN, Garut - Keberadaan Dinas Pemadam kebakaran (Damkar) Garut yang tidak hanya menangani kejadian kebakaran melainkan juga kejadian lain menyangkut keselamatan semakin dirasakan masyarakatwaktu ke waktu.

Setidaknya hal itu terlihat dari kasus-kasus non kebakaran ditangani yang terus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya oleh Disdamkar Kabupaten Garut.

Data di Disdamkar Garut menunjukkan, selama 1 Januari hingga 31 Desember 2022, ada sebanyak 703 kejadian non kebakaran di Garut ditangani Disdamkar. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan jumlah kasus non kebakaran ditangani selama periode sama pada 2021 yang mencapai sebanyak 450 kejadian.

Sedangkan jumlah kejadian kebakaran ditangani selama 2022 mencapai sebanyak 155 kejadian, sama dengan jumlah kebakaran ditangani selama 2021.

Menurut Kepala Disdamkar Garut Eded Komara Nugraha, banyaknya kejadian non kebakaran ditangani pihaknya menunjukkan semakin tingginya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan tugas dan fungsi Disdamkar yang bukan hanya menangani kejadian kebakaran.

Jika mendapati kejadian kebakaran maupun non kebakaran, masyarakat tinggal menghubungi Disdamkar melalui nomor kontak 232 113.

Kejadian non kebakaran ditangani antara lain mulai evakuasi hewan seperti ular, tawon, kucing dan lainnya; membuka cincin di jari; orang hanyut; orang tenggelam; orang gila; percobaan bunuh diri; hingga kejadian longsor; bangunan ambruk; pohon tumbang; kecelakaan lalu lintas; dan lainnya.

"Hampir setiap malam, kita menerima laporan dari masyarakat. Paling sering menyangkut keberadaan sarang tawon di permukiman atau perkantoran yang membahayakan. Kita lakukan OTT. Operasi Tangkap Tawon," ujar Eded, Minggu 8 Januari 2023.

Dia mengatakan, terus meningkatnya kejadian-kejadian yang harus ditangani, baik kebakaran maupun non kebakaran, dengan lokasi tersebar di wilayah Garut yang sedemikian luas, mau tak mau membuat adanya kebutuhan tenaga baru untuk menambah kekuatan personil. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dimaksimalkan. 
Apalagi pada 2023 ini akan dibangun dua pos baru Disdamkar di Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Pangatikan.

Eded menyebutkan, saat ini, jumlah personil di Disdamkar Garut sendiri baru mencapai sebanyak 146 orang terdiri aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN.

Karenanya, keberadaan sebanyak 1.250 orang relawan Damkar tersebar di seratus desa di Garut sangat membantu.

"Kita ingin setiap desa itu ada sepuluh relawan, tapi saat ini, baru terbentuk di seratus desa. Keberadaan relawan ini setidaknya bisa mengarahkan jalan bagi petugas ketika ada kejadian, menunjukkan sumber air, mengambil tindakan pemadaman api secara manual, serta dapat menenangkan masyarakat," kata Eded.(zainulmukhtar)


Editor : Ahmad Sayuti