Usaha Ternak Ayam Hangus Dilalap Api, Disdamkar Garut Terjunkan 3 Unit Damkar

Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut menurunkan tim untuk mengatasi kebakaran di lokasi usaha ternak ayam.

Usaha Ternak Ayam Hangus Dilalap Api, Disdamkar Garut Terjunkan 3 Unit Damkar
antarafoto

INILAHKORAN.ID-Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut menurunkan tim untuk mengatasi kebakaran di lokasi usaha ternak ayam di Randukurung, Desa Sukakarya, kabupaten setempat agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kepala Disdamkar Garut Usep Basuki Eko telah menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api yang menghanguskan kandang ayam agar tidak menjalar ke pemukiman warga.

"Kita turunkan mobil (damkar) tiga unit dan petugas 10 orang," kata Usep di Garut, Selasa (14/7/2026)

Ia menuturkan kejadian kebakaran dilaporkan sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian tim bergerak untuk memadamkan kobaran api yang sudah menghanguskan bangunan kandang ayam dengan luas sekitar 30x10 meter persegi.

Kobaran api, kata dia, berhasil dipadamkan sekitar satu jam, yang hanya menghanguskan bangunan dan kandang ayam, sedangkan korban jiwa tidak ada.

"Korban luka dan korban jiwa tidak ada," katanya.

Ia mengungkapkan keterangan saksi bahwa kejadian tersebut diduga akibat korsleting listrik, kemudian muncul api di area pakan yang akhirnya membakar bangunan kandang ayam.

"Menurut keterangan saksi, api muncul dari area pakan, lalu merembet ke seluruh area kandang. Dugaan sementara api muncul dari korsleting listrik," katanya.

Sementara itu, Kepolisian Sektor Samarang juga turun ke lokasi untuk mengamankan kawasan yang terbakar dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kepala Polsek Samarang AKP Hilman Nugraha mengatakan kandang ayam berlantai dua milik Ajang Burhan (40) terbakar karena adanya korsleting listrik di lantai bawah yang terdapat banyak barang mudah terbakar.

Ia mengatakan kobaran api tidak hanya membakar bangunan, tapi juga ayam yang diperkirakan berjumlah 6 ribuan ekor ayam potong, yang dua pekan lagi memasuki panen.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan dan penghitungan," katanya.***


Editor : JakaPermana