Sepuluh Jenazah Tak Teridentifikasi Longsor Cisarua, Tiga dalam Kondisi Utuh

Sebanyak sepuluh jenazah tak teridentifikasi korban longsor Cisarua diserahkan dari RS Bhayangkara Sartika Asih kepada pihak terkait mewakili DVI Commander.

Sepuluh Jenazah Tak Teridentifikasi Longsor Cisarua, Tiga dalam Kondisi Utuh
Kepala Sub Bidang Kespol Dokkes Polda Jabar Ani Rasiani mengatakan, penyerahan sepuluh jenazah tak teridentifikasi itu dilakukan dengan menerapkan tanda post mortem (PM) pada masing-masing jenazah untuk memudahkan tahap identifikasi selanjutnya yang masih akan berlanjut. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Sebanyak sepuluh jenazah tak teridentifikasi korban longsor Cisarua diserahkan dari RS Bhayangkara Sartika Asih kepada pihak terkait untuk mewakili DVI Commander.

Kepala Sub Bidang Kespol Dokkes Polda Jabar Ani Rasiani mengatakan, penyerahan sepuluh jenazah tak teridentifikasi itu dilakukan dengan menerapkan tanda post mortem (PM) pada masing-masing jenazah untuk memudahkan tahap identifikasi selanjutnya yang masih akan berlanjut.

"Prosesi penyerahan pemakaman menggunakan tanda PM, sehingga mempermudah pengidentifikasian nantinya karena tahap pertama belum selesai dan masih ada tahap kedua," kata usai pemakaman sepuluh jenazah tak teridentifikasi korban longsor Cisarua, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, kantong jenazah yang telah disiapkan untuk pemakaman saat ini telah selesai. Dari total sepuluh individu itu tiga di antaranya dalam kondisi utuh. Sedangkan sisanya berupa bagian tubuh (body part).

Terkait identifikasi jenis kelamin, Ani menjelaskan, informasi tersebut telah diketahui meskipun tidak dapat memberikan rincian detail lebih lanjut.

"Kurang lebih ada laki-laki dan perempuan, itu prinsipnya," jelasnya.

Sampai saat ini, ungkap Ani, belum ada kecocokan data yang dapat mengkonfirmasi identitas pasti dari setiap individu.

Kendati begitu, menurut Ani, tidak ada kesulitan dalam proses identifikasi, namun perlu tahapan lebih lanjut lantaran korban diperkirakan berasal dari satu keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) serta kerabat sekitar seperti paman, kakak, atau adik.

"Kalau keluarga inti lebih mudah diidentifikasi, tetapi untuk yang lain perlu pemecahan lebih lanjut sehingga tidak bisa langsung diselesaikan," tuturnya.

Tak cuma itu, ungkap Ani, di antara korban terdapat anak-anak, meskipun tidak menyebutkan jumlah pasti. Sebelumnya, pihak DVI telah menangani dua belas kantong jenazah.

"Namun terkait dengan sepuluh individu saja karena beberapa kantong berasal dari satu orang yang sama," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani