Sering Salah, Begini Cara Pakai Disinfektan yang Efektif dan Aman di Rumah

Menyemprot disinfektan lalu langsung mengelapnya ternyata bisa mengurangi efektivitas. Simak cara membersihkan dan mendisinfeksi rumah dengan aman.

Sering Salah, Begini Cara Pakai Disinfektan yang Efektif dan Aman di Rumah
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Banyak orang mengira menyemprotkan disinfektan lalu langsung mengelapnya merupakan cara cepat untuk membasmi kuman di rumah. Padahal, cara tersebut belum tentu efektif. Disinfektan membutuhkan waktu kontak tertentu agar bahan aktifnya dapat bekerja secara optimal.

Penggunaan disinfektan secara berlebihan juga perlu dihindari karena paparan bahan kimia tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, penting memahami perbedaan antara membersihkan permukaan dan melakukan disinfeksi.

Cleaning dan Disinfeksi Itu Berbeda

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menyamakan kegiatan membersihkan (cleaning) dengan mendisinfeksi (disinfecting).

Untuk membersihkan tumpahan makanan, debu, minyak, atau kotoran sehari-hari, sabun dan air umumnya sudah cukup. Permukaan yang kotor sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum menggunakan disinfektan.

Disinfektan tidak bekerja optimal apabila permukaan masih tertutup kotoran atau lemak. Selain itu, cairan harus dibiarkan tetap basah selama waktu kontak yang tercantum pada label produk.

Jika cairan langsung diseka setelah disemprotkan, waktu kontak bisa tidak terpenuhi sehingga efektivitas disinfeksi berkurang.

Disinfeksi lebih diperlukan pada kondisi tertentu, misalnya ketika ada anggota keluarga yang sedang mengalami penyakit menular atau setelah menangani bahan makanan mentah yang berisiko membawa kuman.

Jangan Berlebihan Menggunakan Disinfektan

Penggunaan disinfektan secara berlebihan juga bukan berarti rumah menjadi semakin sehat. Beberapa produk mengandung senyawa amonium kuaterner atau QACs (quaternary ammonium compounds) yang dapat menyebabkan iritasi atau masalah kesehatan apabila terjadi paparan berlebihan.

Karena itu, penggunaan produk sebaiknya mengikuti petunjuk pada label, termasuk takaran, waktu kontak, ventilasi ruangan, serta penggunaan alat pelindung jika memang diwajibkan.

Klaim bahwa paparan QACs menyebabkan berbagai gangguan kesehatan secara pasti pada manusia juga perlu dilihat berdasarkan jenis senyawa, dosis, lama paparan, dan bukti ilmiah yang tersedia. Jadi, tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap penggunaan disinfektan otomatis berbahaya.

Sabun dan Air Tetap Menjadi Pilihan Utama

Untuk aktivitas bersih-bersih sehari-hari, langkah sederhana seperti menggosok permukaan menggunakan sabun atau deterjen kemudian membilasnya dengan air dapat membantu menghilangkan kotoran dan mikroorganisme.

Pada kondisi tertentu, alkohol berbasis etanol atau isopropanol sekitar 60–90% dapat digunakan untuk permukaan yang sesuai. Konsentrasi sekitar 70% sering digunakan karena memiliki efektivitas yang baik terhadap berbagai mikroorganisme.

Namun, tidak semua permukaan cocok dibersihkan dengan alkohol. Selalu periksa petunjuk penggunaan dan hindari penggunaannya di dekat sumber api.

Jangan Mencampur Bahan Pembersih

Hal yang sangat penting adalah jangan mencampur bahan pembersih atau disinfektan secara sembarangan.

pemutih berbahan dasar klorin, misalnya, tidak boleh dicampur dengan cuka, asam, amonia, atau produk pembersih lainnya. Campuran tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya.

Gunakan satu produk sesuai petunjuk dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.

uap panas Bisa Menjadi Alternatif

Pembersihan menggunakan uap panas juga dapat membantu mengurangi atau membunuh mikroorganisme pada permukaan tertentu. Namun, efektivitasnya bergantung pada suhu, lama paparan, jenis mikroorganisme, serta kemampuan alat mempertahankan suhu tersebut.

Artinya, tidak semua alat uap otomatis mampu mensterilkan permukaan hanya dengan sekali lewat.

Pada akhirnya, rumah yang bersih tidak harus selalu disemprot disinfektan. Untuk kegiatan sehari-hari, prioritaskan pembersihan menggunakan sabun dan air. Gunakan disinfektan ketika memang diperlukan, ikuti petunjuk label, dan hindari mencampurkan berbagai bahan kimia.***


Editor : JakaPermana