Seru! Begini Tradisi 'Ngapungkeun Balon' Warga Garut Saat Lebaran
Warga Kabupaten Garut bersiap menjalankan tradisi Ngapungkeun Balon pada saat Lebaran atau hari raya Idul Fitri 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut- Sejumlah warga Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai bersiap menjalankan tradisi 'Ngapungkeun Balon' saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2022.
Saking semangat menjalankan tradisi 'Ngapungkeun Balon', itu segelintir warga membuat balon berukuran raksasa.
"Ya sekarang lagi persiapan membuat balon raksasa untuk kegiatan tradisi (Ngapungkeun Balon) nanti di hari Lebaran, dikerjakannya mulai nanti malam," kata perwakilan warga Panawuan, Dwi Azhar Ramdan di Garut, Jumat 29 April 2022.
Baca Juga: Forkopimda Kabupaten Bogor Kompak Cek Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2022
Ia menuturkan tradisi menerbangkan balon raksasa itu sudah digelar setiap tahunnnya atau saat Lebaran sejak 20 tahun lalu yang dilaksanakan di lapangan Panawuan.
Agenda tahun ini, kata dia, sejumlah pemuda Kampung Panawuan sudah bersiap dan rencananya akan membuat dua balon raksasa yang berukuran tinggi maupun diameternya sekitar 10 meter.
"Tahun sekarang rencananya mau membuat dua balon, itu bisa menghabiskan dana untuk satu balon Rp500 (ribu) sampai Rp1 juta," katanya.
Baca Juga: Imbas One Way, Jalur Pantura Cirebon Arah Jakarta Padat
Ia menyampaikan tradisi menerbangkan balon itu rencananya akan diterbangkan setelah menunaikan Shalat Id, kemudian seluruh masyarakat berkumpul untuk menyaksikan balon raksasa itu terbang.
Kegiatan tahunan itu, kata dia, dalam rangka silaturahmi antar masyarakat setempat untuk saling memaafkan dan bergembira bersama di Hari Raya Idul Fitri.
"Di daerah sini banyak orang yang mudik, jadi mereka saling bertemu dan balon raksasa ini sebagai tradisi kegiatan berkumpulnya masyarakat untuk hiburan dan bersilaturahmi," katanya.
Baca Juga: Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Imbau Warga Tak Gelar Takbir Keliling
Balon raksasa itu dibuat dari kertas minyak yang disusun dengan warnanya macam-macam sehingga memiliki ciri khas tersendiri.***
Editor : inilahkoran

