Seruan 'All Eyes On Unisba dan Unpas' Menggema di Media Sosial Usai Ramai Penyerangan Aparat

All Eyes On Unisba dan Unpas menggema di media sosial X.

Seruan 'All Eyes On Unisba dan Unpas' Menggema di Media Sosial Usai Ramai Penyerangan Aparat

INILAHKORAN - Situasi mencekam terjadi di Kota Bandung setelah aparat diduga menembakkan gas air mata ke arah kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), termasuk ke area asrama mahasiswa, pada Senin malam hingga Selasa dini hari 2 Agustus 2025.

Insiden ini memicu gelombang protes di media sosial. Tagar dan seruan “All Eyes on Unisba dan Unpas” menggema, menjadi simbol solidaritas warganet terhadap mahasiswa yang disebut menjadi korban tindakan represif aparat.

Salah satu unggahan viral datang dari akun X (Twitter) @ilhampid. Dalam cuitannya, ia menulis:

“Sebanyak 60 butir selongsong gas air mata ditembakkan ke kampus dan asrama mahasiswa. Ini khilaf 60 kali namanya, tapi besok naik pangkat wihh. Senin malam Selasa yang mencekam.”

Unggahan tersebut disertai foto selongsong gas air mata yang dikumpulkan mahasiswa, memperlihatkan dampak nyata penggunaan kekuatan berlebihan di sekitar kampus.

Banyak netizen menilai tindakan tersebut tidak hanya membahayakan mahasiswa, tetapi juga mencederai hak kebebasan akademik dan ruang aman kampus. Mereka menilai kampus seharusnya menjadi tempat belajar, bukan sasaran gas air mata.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penembakan gas air mata hingga ke area kampus Unisba dan Unpas.


Editor : Firda Rachmawati