Sikap Kami: Tangkap Penumpang Gelap

KITA berkeyakinan, sebagian aksi demonstrasi tidak lagi murni. Maka, saatnya bagi aparat kepolisian dan TNI untuk bersikap tegas.

Sikap Kami: Tangkap Penumpang Gelap

KITA berkeyakinan, sebagian aksi demonstrasi tidak lagi murni. Maka, saatnya bagi aparat kepolisian dan TNI untuk bersikap tegas. Terutama terhadap pelaku kerusuhan. Orang berpakaian serba hitam, orang yang disebut sebagai anarako.

Sejak beberapa hari terakhir, aksi demo yang terjadi di seantero negeri, termasuk di Jawa Barat, memang mulai aneh. Dia tak lagi memiliki tipikal aksi masyarakat sipil. Konfigurasinya sangat jelas, aksi demo ini bukan lagi murni memperjuangkan keadilan.

Ciri-ciri orang berpakaian serba hitam yang disebut polisi itu hanyalah salah satunya. Satu hal lain yang kasat mata terlihat adalah bahwa aksi itu tak dilakukan pada waktu yang diperbolehkan regulasi.

Regulasi mengatur aksi demonstrasi hanya boleh dilakukan hingga menjelang pukul 17.00 WIB. Tapi, aksi yang sering terjadi akhir-akhir ini justru sering terjadi pada malam hari, bahkan menjelang pergantian hari.

Kericuhan yang terjadi di kampus Unisba dan Unpas termasuk di dalamnya. Kericuhan terjadi tengah malam menjelang dinihari. Terjadi saat demonstran sejati sudah pulang ke rumah.

Itu pula yang terjadi di pusat negeri, Jakarta. Ingat, beragam aksi penjarahan terjadi pada tengah malam. Aksi kericuhan terjadi menjelang pergantian hari.

Model-model aksinya pun menunjukkan ciri yang aneh: menyiapkan bom molotov. Seorang demonstran bayaran di Jakarta asal Cimahi, kepada media, menyebutkan bahwa bom molotov memang sudah disiapkan sebelum aksi. Molotov di Jakarta, kata dia, disiapkan justru dari Cimahi atau Bandung.

Modelnya sudah jelas. Kita berkesimpulan aksi tidak lagi murni. Ada penumpang gelap di dalamnya. Caranya sudah tak lagi seperti demo-demo yang sesungguhnya.

Dalam kaitan ini, kita mendukung langkah aparat kepolisian dan TNI, sebagaimana yang sudah diperintahkan Presiden Prabowo Subianto, untuk menangani. Kita mendesak penanganan itu harus dilakukan secepatnya, setepatnya, dan segera dituntaskan. Kita tak ingin negeri ini dirusak oleh penumpang gelap demokrasi.

Tidak terlalu sulit sejatinya bagi polisi untuk menanganinya. Bukti-bukti berupa rekaman berseliweran di media sosial. Bisalah dilakukan identifikasi yang cepat sebagaimana aparat mengidentifikasi cepat pelaku penjarahan pejabat negeri ini.

Di sisi lain, jika pun masyarakat sipil belum puas dengan hasil demonstrasinya, kita memberikan saran untuk melakukan aksi sesuai aturan perundang-undangan yang ada. Jangan sampai aksi yang murni mencari keadilan justru ditunggangi kelompok-kelompok gelap berpakaian hitam itu. (*)


Editor : Zulfirman