Sesar Lembang Masuki Siklus Aktif, Warga Diminta Siaga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menyampaikan, Sesar Lembang telah memasuki siklus aktifnya dan berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Sesar Lembang Masuki Siklus Aktif, Warga Diminta Siaga

INILAHKORAN, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menyampaikan, sesar lembang telah memasuki siklus aktifnya dan berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi berdasarkan hasil kegiatan geo-tracking yang berlangsung pada Minggu 24 Agustus 2025 akhir pekan kemarin.

sesar lembang memiliki siklus antara 167 hingga 670 tahun. Saat ini, sudah tidak aktif selama lebih dari 570 tahun. Artinya, kita sudah masuk dalam siklusnya,” kata Didi Ruswandi pada Selasa 25 Agustus 2025.

Menurut ia, para ahli menyebut gempa yang berpotensi terjadi di jalur sesar tersebut bisa mencapai magnitudo 6,5 hingga 7. Panjang jalur sesarnya sendiri mencapai 29 kilometer.

Didi mengungkapkan, terdapat sejumlah temuan lapangan yang menguatkan potensi aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Salah satunya, catatan sejarah mengenai penurunan tanah hingga 40 sentimeter dalam satu kejadian gempa.

“Dan juga pergeseran elevasi sekitar 120 meter di kawasan Gunung Batu. Temuan-temuan ini, mendukung informasi yang selama ini telab ada. Bedanya sekarang, ada bukti nyata di lapangan,” ucapnya.

Kawasan jalur sesar tersebut, kata ia juga sering digunakan sebagai lokasi train run. Bahkan salah satu peserta mengusulkan, agar pelari dijadikan relawan untuk mengedukasi warga di sekitar jalur sesar. 

"Namun, karena sebagian wilayah berada di luar administratif Kota Bandung, usulan tersebut belum dapat ditindaklanjuti langsung," ujar dia.

Dalam upaya mitigasi disebut Didi, BPBD Kota Bandung menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat. “Ancaman tidak bisa kita intervensi. Kerentanan seperti struktur bangunan bisa dikurangi, tapi butuh biaya besar. Maka, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi hal paling realistis saat ini,” jelasnya.

Terkait anggaran kebencanaan 2026, ia menyebut BPBD Kota Bandung baru mengusulkan anggaran sebesar Rp 24 miliar. Ia belum menerima informasi resmi, mengenai angka Rp 120 miliar yang sebelumnya disebutkan Wakil Wali Kota Bandung.

Pihaknya, saat ini juga tengah menyusun rencana kontinjensi untuk menghadapi potensi gempa bumi. Dalam rencana tersebut, ia akan menunjuk koordinator evakuasi di tingkat kelurahan, koordinator pengungsian di tingkat kecamatan dan menetapkan lokasi pengungsian tetap di setiap kecamatan.

“Relawan juga akan dibagi berdasarkan klaster dan wilayah kerja. Baik Wali Kota maupun Wakil Wali Kota sudah memberikan persetujuan prinsip atas rencana ini,” ujar dia.

Didi menambahkan, kesiapan struktur dan sistem sangat penting mengingat dalam situasi bencana. Masyarakat cenderung panik dan sulit berpikir jernih. “Kita tentu berharap bencana tidak terjadi. Tapi karena sesar lembang sudah memasuki siklusnya, kita tidak boleh lengah,” tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti