Setelah Operasi Usus Buntu, Wagub Jabar Siap Kembali Beraktivitas

Operasi usus buntu Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di RS Santosa Kota Bandung, Jumat (16/11/2018) berjalan lancar. Kang Uu, sapaan akrabnya, siap kembali beraktivitas. 

Setelah Operasi Usus Buntu, Wagub Jabar Siap Kembali Beraktivitas
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
INILAH, Bandung - Operasi usus buntu Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Rumah Sakit Santosa Kota Bandung, Jumat (16/11/2018) berjalan lancar. Kang Uu, sapaan akrabnya, siap kembali beraktivitas menjalankan fungsi wakil gubernur.
 
"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya sekarang merasa sehat dan dapat beraktivitas kembali," ujar Kang Uu di sela waktu istirahatnya di rumah dinas, Minggu (18/11/2018)
 
Panglima Santri Jabar ini mengaku sosok yang tidak bisa diam. Dia tidak mau mengikuti anjuran dokter untuk beristirahat total selama satu minggu setelah operasi. Menurut Uu, diam adalah suatu hal yang membosankan.
 
"Saran dokter, saya harus istirahat satu minggu, namun jiwa saya menolak, sore operasi, malamnya saya menerima tamu dan menandatangani berkas pekerjaan" tambahnya.
 
Dalam waktu dekat ini, Kang Uu yang baru tiga bulan menjabat wagub ini, sedang mempersiapkan pertemuan dengan para ulama se-Jabar guna menyukseskan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS). Program ini akan menjadi salah satu agenda kerja Rindu menjadikan Jawa Barat Juara Lahir Batin.
 
"Dengan adanya program ini nanti ke depannya diharapkan para ulama/ajengan bisa memberikan pelajaran ukhrowi kepada para siswa/i setingkat SMA dan SMK se-Jawa Barat" jelas Uu. 
 
Lebih lanjut Uu menjelaskan, program AMS akan segera digulirkan setelah pihaknya mengadakan pertemuan dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, Departemen Agama wilayah Jawa barat dan para ulama se Jawa Barat. Pertemuan akan membahas tata cara pelaksanaan dan aturan untuk bisa memasukkan program AMS ke semua sekolah setingkat SLTA di Jawa Barat.
 
"Ke depan diharapkan para ulama menjadi pengajar untuk kurikulum kitab kuning, sehingga pengetahuan para siswa bisa lebih paham akan agama, akhlak dan budi pekerti," terangnya.
 
Menurut Uu, staf pengajar yang nanti memberikan pendidikan ini benar-benar seorang ulama dari pesantren salafiah (kitab kuning). Mereka bukan yang mempunyai predikat sarjana atau lulusan dari sekolah pengajar.
 
Sebab, kata Uu, untuk memberikan pelajaran akhlak berdasarkan kitab kuning, harus mereka yang paham ilmu. Ulama-lah, kata Uu, yang mengerti dan paham pengajaran kitab kuning.
 
"Keinginan kami adalah untuk seluruh tingkatan sekolah di Jawa Barat, namun karena kewenangan provinsi baru hanya di tingkat sekolah lanjutan atas dan sederajat, maka kita fokuskan saja dulu di sana. Namun jika program ini berhasil dalam membentuk akhlak anak anak sekolah, tidak menutup kemungkinan sekolah setingkat sekolah dasar bisa dimasuki program ini," tandas Kang Uu. 


Editor : inilahkoran