Shaum Hati di Bulan yang Agung

SAUDARAKU, sesungguhnya Allah Maha Kaya, Allah Maha Kuasa, Allah yang Maha Memiliki segalanya. Tiada satu kejadian pun di alam semesta ini kecuali terjadi atas izin-Nya.

Shaum Hati di Bulan yang Agung
Ilustrasi/Net

SAUDARAKU, sesungguhnya Allah Maha Kaya, Allah Maha Kuasa, Allah yang Maha Memiliki segalanya. Tiada satu kejadian pun di alam semesta ini kecuali terjadi atas izin-Nya.

Berkumpul seluruh jin dan manusia untuk mencelakai kita, niscaya tidak akan terjadi jika Allah tidak mengizinkannya. Berkumpul seluruh jin dan manusia untuk memblokade rezeki kita, niscaya tidak akan terjadi jikalau Allah tidak mengizinkannya. Hanya di sisi Allah-lah segala keutamaan.

Jikalau pada bulan-bulan sebelumnya kita masih sering merasakan harap dan takut kepada manusia, maka pada bulan yang agung ini marilah kita memperbaikinya. Barangkali kita pernah merasakan bergantung kepada manusia, mungkin itu atasan kita. Kita mengira bahwa kecukupan rezeki kita bergantung pada kebijakannya, sehingga kita dilanda kecemasan dan rasa takut yang mempengaruhi sikap kita di hadapannya.

Atau boleh jadi kita pernah berharap mendapatkan pujian dan sanjungan dari makhluk. Sedangkan ketika pujian dan sanjungan itu tidak datang, maka kitapun dilanda kekecewaan. Pada bulan yang mulia ini kita kembali diingatkan bahwa sesungguhnya Allah-lah sang pemilik segala keagungan dan kemuliaan. Sedangkan makhluk sangatlah lemah, tidak memiliki apa-apa selain sedikit titipan dari-Nya. 

Bagi orang yang benar-benar berpegang teguh pada Allah, yakin akan karunia-Nya, niascaya ia tidak akan pernah risau akan urusan dunia. Ia tidak akan gundah-gulana akan penilaian manusia. Cukuplah baginya penilaian Allah semata. Yang terpenting baginya adalah baik pada pandangan Allah, niscaya akan baik bula pada pandangan makhluk. Sedangkan belum tentu jika sebaliknya.

Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memperkuat keyakinan kita kepada Allah dengan rangkaian ibadah yang berlipat ganda nilainya. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa dahulu ada dua orang yang masuk Islam di hadapan Rasulullah Saw. Tak lama kemudian, salah satu dari kedua orang itu syahid dalam satu peperangan. Sementara yang satunya lagi, meninggal satu tahun kemudian. Thalhah bin Ubaidillah r.a bermimpi dan mengatakan, “Dalam mimpi aku melihat yang meninggal belakangan, yang lebih dulu dimasukkan ke surga sebelum yang mati syahid.”

Keesokan harinya Thalhah menyampaikan mimpinya itu kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. bersabda,“Bukankah ia telah memasuki bulan Ramadhan dan ia shaum dan sujud dalam satu tahun itu?” Lalu Rasulullah Saw. mengatakan, “Sesungguhnya jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi…” (HR. Ahmad)
Maasyaa Allah! Semoga kita tergolong orang-orang yang bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan rangkaian ibadah dan perbuatan yang Allah sukai. Semoga Allah ridho kepada kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. (KH Abdullah Gymnastiar)


Editor : Bsafaat