Siaga dan Waspada Penyebaran Varian Omicron, Begini Langkah Pemkot Bogor

Pemkot Bogor mulai menyiapkan langkah-langkah dalam meredam penyebaran varian Omicron saat libur Nataru. Apa saja?

Siaga dan Waspada Penyebaran Varian Omicron, Begini Langkah Pemkot Bogor
Pemkot Bogor mulai menyiapkan langkah-langkah dalam meredam penyebaran varian Omicron,

INILAHKORAN, Bandung- Pemkot Bogor makin siaga dan waspada dengan penyebaran varian Omicron. Apa saja langkah-langkah yang disiapkan?

Pemkot Bogor enggan kecolongan ketika varian Omicron sudah terkonfirmasi memapari beberapa Warga Negara Indonesia (WNI).

Menjalankan arahan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Minggu 26 Desember 2021 lalu, Pemkot Bogor langsung merumuskan langkah-langkah pencegahan penyebaran varian Omicron.

Baca Juga: dr Richard Lee Ditangkap Lagi Gegara Tuduhan Ilegal Akses hingga Terancam 8 Tahun Penjara

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan sesuai arahan Wali Kota Bogor Bima Arya, pihaknya menyiagakan 3 T serta menyiapkan fasilitas rumah sakit maupun fasilitas isolasi.

"Jadi semua tetap siaga dan waspada. Edukasi prokes ke masyarakat terus dilakukan, disiplin prokes tetap yang utama karena itu yang menjadi tameng," ungkap Retno kepada wartawan pada wartawan Selasa 28 Desember 2021.

Retno melanjutkan, untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron, saat ini Pemkot Bogor meminta perpanjangan kesepakatan dengan Kepala Pusat BPKP hingga Maret 2022.

Fasilitas isolasi IPB University juga akan diaktifkan kembali setelah sebelumnya dinonaktifkan selama dua bulan.

Baca Juga: Baby L Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Lahir, Bakal Segera Tampil di TV

"Kapasitas rumah sakit 504 bed, tetapi sesuai komitmen jika terjadi lonjakan akan disiagakan sampai 1.300 bed lagi. Rumah sakit lapangan juga akan disiagakan, tapi untuk saat ini masih terkendali, BOR ada di 2,5 persen. Vaksinasi Kota Bogor 96,61 persen tersisa 27 ribuan, vaksinasi anak-anak per 26 Desember 2021 sudah 52 persen, ini semua berkat bantuan TNI dan Polri," tambahnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor, telah mengikuti rakor penanggulangan pandemi Covid-19 secara virtual di paseban Suradipati, Balai Kota Bogor pada Senin 27 Desember 2021 petang.

Dalam rakor ini, sejumlah arahan disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Baca Juga: Pasien varian Omicron Bisa Kabur dari Karantina di Wisma Atlet Jakarta, Kok Bisa?

Kepada seluruh daerah dan peserta rakor lainnya Mendagri menyampaikan 8 strategi yang dipersiapkan dan akan dilaksanakan dalam upaya mengantisipasi mobilitas masa di masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Menurut Tito, berangkat dari pengalaman tahun lalu, liburan Nataru momentum terjadinya mobilitas massa sehingga berpotensi kerumunan yang bisa mengakibatkan penularan.

Pertama apapun varian yang dihadapi, protokol kesehatan (prokes) menjadi kunci utama, khususnya pemakaian masker dan hindari kerumunan.

"Jangan lelah untuk mengkampanyekan penggunaan masker melalui kanal media yang dimiliki dan penegakan penggunaannya oleh aparat. Tolong betul-betul ditegakkan," tegas Tito.

Baca Juga: Final Piala AFF 2020 Timnas Indonesia vs Thailand: Motivasi Shin Tae Yong Berlipat Ganda karena Ini

Tito melanjutkan, strategi lainnya, pengetatan kedatangan dari luar negeri dan imbauan untuk tidak ke luar negeri.

Lalu, penggunaan dan penegakkan aplikasi Peduli Lindungi di ruang publik, penerapan PPKM Berbasis level dan mengaktifkan PPKM berbasis mikro.

Tito juga menekankan pentingnya persiapan fasilitas serta kelengkapan rumah sakit dan isolasi terpusat.

Selain itu, intensifkan dan perkuat 3 T, percepat vaksinasi yang merupakan arahan yang secara konsisten disampaikan Presiden Jokowi.

"Terakhir, pemerintah pusat berupaya keras mempercepat riset varian omicron untuk menjawab 3 pertanyaan utama yaitu tentang kecepatan penularan, dampak keparahan serta kemampuan netralisasi antibodi sehingga ada kebijakan lebih lanjut untuk menanganinya," terangnya.

Baca Juga: Bawa Rans Cilegon FC ke Liga 1, Hamka Hamzah Malah Gantung Sepatu, Ada Apa?

Arahan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, ada empat strategi yang dipersiapkan, tiga di antaranya adalah prioritas yang dikhususkan bagi warga sehat.

Yakni prokes, 3 T dan vaksinasi. Satu strategi lainnya adalah perawatan yang dikhususkan bagi warga yang sakit.

Target utamanya adalah mengurangi laju penularan virus Covid-19, khususnya varian Omicron.

Varian Omicron banyak menyebar di Eropa dan Amerika. Saat ini menjadi varian dominan di Afrika dan di Eropa. Kesimpulan dari Omicron adalah penularan lebih cepat dari delta, menurunkan efektivitas vaksin dan keparahan tidak separah delta.

Baca Juga: Lesti Kejora dan Anak Dapat Komentar Negatif, Rizky Billar Murka: Ini Contoh Orang yang Hatinya Dibutakan

"Di Indonesia, kasus Omicron berawal dari tiga kasus kemudian 19 kasus dan sekarang sudah 46 kasus dengan identifikasi didominasi kedatangan dari Turki, dimana banyak warga Indonesia yang pulang liburan," jelasnya.

Budi melanjutkan, sebanyak 74 persen yang tertular varian Omicron adalah yang sudah di vaksin lengkap, 80 persen gejala ringan, sedikit demam dan yang lainnya tanpa gejala. Status kewarganegaraan hanya 2 orang WNA.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran