Siap Dukung Retret Kepala Daerah, Pemprov Jabar Bahkan Rencanakan Bakal Lakukan Kegiatan Serupa untuk JPT

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan retret kepala daerah, yang direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Siap Dukung Retret Kepala Daerah, Pemprov Jabar Bahkan Rencanakan Bakal Lakukan Kegiatan Serupa untuk JPT
sekda Jabar Herman Suryatman

INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan retret kepala daerah, yang direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Dimana dalam retret kepala daerah gelombang dua ini, akan diikuti sekitar 40 pasang kepala daerah atau 80 orang.

"Support. Nanti kita akan komunikasi, apa yang harus kami bantu, ya kami support. Apalagi Jatinangor kan bagian dari Jawa Barat," ujar Sekda Herman di Gedung Sate, Kota Bandung baru-baru ini.

Bahkan Gubernur Dedi Mulyadi lanjut dia, telah menginstruksikan supaya retret juga digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk jabatan pimpinan tinggi (JPT) seperti sekretaris daerah, kepala dinas dan kepala badan.

"Bahkan Pak Gubernur juga sudah menginstruksikan, nanti ada retret untuk para kepala dinas," ucapnya.

Saat ini, Pemprov Jabar lanjut Sekda Herman tengah menyiapkan formulasinya untuk retret JPT dan akan dilaksanakan di 2025 ini.

"Ini sedang kami siapkan. Kita akan set up, biar para kepala dinas atau JPT, sesuai dengan harapan Pak Gubernur menjadi JPT Pratama yang pancawaluya, yang cageur, bageur, bener, pinter tur singer," kata dia.

Tujuannya kata dia, dengan adanya retret bagi JPT ini, diharapkan mampu mengakselerasi pelayanan kepada masyarakat.

"Kan masyarakat mah ayeuna mun bisa mah pok torolong sejahtera teh. Ayeuna program untuk mensejahterakan, ayeuna kudu hasil. Kahayang na mah kan model ngegel cengek. Makanya lamun ASN lelet, telat, kebayang yang rugi kan rakyat. Kita berpacu dengan waktu, makanya nggak bisa main-main sekarang," imbuhnya.

Pemprov Jabar lanjut Sekda Herman, harus total dalam bekerja. Maka dari itu, dibutuhkan fisik yang baik, sebagai langkah mitigasi salah satunya adalah retret.

"Tentu kita lakukan mitigasi, kita lakukan antisipasi, jangan sampai brengbeng tapi tanpa ada perhitungan, kan konyol namanya. Ini spirit yang sedang kita gederkeun," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti