Siap-siap! Pilbup Bogor 2024 Potensial Berlangsung Dua Putaran
Pemilihan Bupati alias Pilbup Bogor 2024 berpotensi berlangsung dua putaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Pemilihan Bupati alias Pilbup Bogor 2024 berpotensi berlangsung dua putaran.
Hal itu bisa terjadi jika partai politik memanfaatkan keputusan MK terkait ambang batas pencalonan pada Pilbup Bogor 2024.
Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menyebutkan dengan banyaknya partai politik yang mengusung kadernya di Pilbup Bogor 2024, ia memprediksi ajang pesta demokrasi kali ini bisa berlangsung dua putaran.
“Pesta demokrasi tahun ini, jika banyak pasangan Cabup-Cawabup Bogor yang bertarung, maka Pilbup Bogor 2024 bisa berlangsung dua putaran,” tukas Yusfitriadi, aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut.
Jika melihat hasil Pemilu DPRD Kabupaten Bogor 2024, tujuh partai politik yaitu Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PKB, PDIP dan Partai Demokrat bisa mengusung sendiri Cabup-Cawabup Bogor.
Selain itu, partai politik non parlemen bersama PAN dan Nasdem pun bisa ikut kontestasi Pilbup Bogor 2024, apabila memutuskan untuk membentuk koalisi.
“Saya mendorong masing-masing partai politik yang memenuhi syarat minimal 6,5 persen suara untuk mencalonkan figur atau kader partainya yang potensial untuk maju di Pilbup Bogor 2024,” kata Yusfitriadi.
Yusfitriadi pun optimis kaderisasi partai politik berjalan dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU Pilkada.
MK menyatakan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD.
Putusan terhadap perkara nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora itu dibacakan dalam sidang di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024). Dalam pertimbangannya, MK menyatakan Pasal 40 ayat (3) UU Pilkada inkonstitusional.
"Kaderisasi partai politik bakal berjalan dengan adanya keputusan MK pada hari ini, jadi tidak ada calon kepala daerah yang ujug-ujug datang dari atas, lalu menyingkirkan kader yang sudah berjuang membesarkan partai politiknya," tutur Yusfitriadi. (*)
Editor : Zulfirman

