Siasati Kenaikan Harga Beras di Pasar, Pemda KBB Bakal Distribusikan 100 Ton Beras dari Bulog
Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk menekan harga breas yakni melakukan intervensi pasar dengan mendistribusikan 100 ton beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Meroketnya beras'>harga beras di pasaran membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus terus memutar otak untuk menurunkan harga beras di wilayahnya.
Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni melakukan intervensi pasar dengan mendistribusikan 100 ton beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog).
Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, guna memastikan intervensi tersebut benar-benar dilakukan, saya sudah instruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera berkoordinasi dengan Bulog.
"Kita sudah lakukan koordinasi dengan Bulog dan KBB mendapatkan jatah 100 ton dengan harga murah sesuai ketentuan Bulog," kata Arsan kepada wartawan.
Meski begitu, Arsan memastikan ketersediaan beras di KBB sejauh ini masih aman. Bahkan, ada penambahan beras murah sebanyak 100 ton bakal segera diproses.
Kemudian, sambung Arsan, agar penyaluran beras murah tersebut bisa sampai ke masyarakat, Disperindag dan Satgas Pangan bakal melakukan pengawasan secara langsung.
"Penyaluran beras tersebut ditargetkan bulan ini bisa segera dilakukan dan terkait data ataupun jatah pembagiannya ada di Disperindag," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat terus meroket.
Di Pasar Tagog Padalarang dan Pasar Gedong Lima misalnya, harga beras medium mengalami kenaikan mulai dari Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram atau naik menjadi Rp 14.000 dari harga awal Rp 12.000.
Kemudian, untuk harga beras jenis premium mengalami kenaikan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 1.500 atau naik menjadi Rp 15.500 dari harga awal Rp 14.000.
Akibat meroketnya harga beras dari berbagai jenis tersebut membuat masyarakat, termasuk pedagang meradang, salah satunya Daryana (63) yang merupakan pedagang beras di Pasar Tradisional Padalarang.
Daryana menilai, kenaikan harga beras tahun ini merupakan yang paling parah. Sebab, sudah hampir tiga bulan harga beras bertahan di angka tertinggi dari harga yang dirinya jual.
Menurutnya, Pemda KBB harus segera turun tangan dengan memberikan harga beras murah melalui Bulog.
“Harusnya sudah diberikan, kalau daerah lain seperti Kota Cimahi yang saya lihat dari media sosial kan itu sudah mulai dilakukan. Kenapa kok Bandung Barat engga,” ungkapnya.
Selain mendistribusikan beras melalui Bulog, Daryana berharap Pemda KBB bisa melakukan operasi pasar dengan menyediakan harga beras murah di tengah meroketnya harga beras saat ini.
“Kami berharap upaya pemerintah untuk menekan harga beras yang tinggi bulan ini bisa segera tersalurkan," ujarnya.
"Jangan seperti bulan lalu, sudah di survei tapi tidak ada realisasi,” keluhnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

