Sikap Kami: Miyazaki van Indramayu
MANGGA gedong gincu masuk ke Jepang? Itulah pertanda, barang, dalam situasi yang berbeda, selalu memiliki pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
MANGGA gedong gincu masuk ke Jepang? Itulah pertanda, barang, dalam situasi yang berbeda, selalu memiliki pasar.
mangga gedong gincu adalah tanaman buah kebanggaan masyarakat pesisir utara Jawa Barat. Dia banyak tumbuh Sumedang, Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Daerah terakhir memang produsen mangga ternama seantero Indonesia.
Di kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah, mangga gedong gincu tetap memiliki tempat. Tapi, di kalangan warga kelas atas, yang kemauannya sudah sedemikian tinggi, bahkan kadang aneh, mangga gedong gincu bukan lagi idola.
Idola mereka? Salah satunya mangga miyazaki. Tak salah, dia memang berasal dari Jepang. Asalnya dari wilayah Prefektur miyazaki, di ujung selatan Pulau Kyushu.
Tak hanya bagi penggemar buah, dia juga diburu penggila tanaman. Ada yang berhasil menanamnya di Indonesia.
miyazaki termasuk salah satu mangga paling istimewa di dunia. Harganya? Akhir tahun 2022 lalu masih Rp59 juta perkilogram. Sekilo miyazaki setara dengan harga 1,5 ton mangga gedong gincu.
Tak apa. Yang penting buat kita tentu bukan disparitas harga itu. Yang terpenting, buah apapun yang ditanam di Indonesia, atau Jawa Barat khususnya, tetap memiliki pasar di luar negeri. Mangga gedong bahkan bakal jadi salah satu komoditas ekspor Jawa Barat. Ke Jepang pula.
Kabarnya, dia telah memiliki standar internasional. Untuk mendapatkan standar itu, beragam ujian harus dilewati. Kita pahamlah, soal kualitas kesehatan, orang-orang di negara maju itu memang jauh lebih perhatian ketimbang kita.
Sebagai sebuah awal, kita tak bisa berharap berlebihan terhadap peluang ekspor mangga gedong gincu ke Jepang. Semuanya tergantung pada kemampuan produksi dan serapan pasar.
Tapi, kita juga boleh berharap, dengan langkah dan tindakan yang cekatan, program ekspor mangga gedong ini bisa terus mengalami peningkatan secara kuantitas. Sebab, pada ujungnya, program eksportasi ini, akan membawa manfaat besar bagi masyarakat petani.
Mangga gedong, sejatinya, bukanlah buah-buahan Jawa Barat pertama yang bisa diekspor. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun bisa mengekspor manggis ke China. Hanya saja, eskpor tersebut sempat terganggu ketika Covid-19 mewabah.
Tanah Jawa Barat adalah tanah yang subur. mangga gedong gincu, misalnya, tak hanya tumbuh di wilayah pesisir utara. Dia bahkan juga bisa tumbuh di banyak titik lainnya, sesuai dengan karakter lahannya. Siapa tahu, dengan program eksportasi ini, tingkat pertumbuhan produksi dan penjualan mangga gedong gincu bisa terus meningkat. Terutama, sekali lagi, agar para petani, bisa menikmati hasilnya. (*)
Editor : Zulfirman

