Sikap Kami: Pas Teras Cihampelas
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi itu benar. Soal pembongkaran Teras Cihampelas itu sarannya. Yang memutuskan adalah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Bisa diterima, bisa ditolak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi itu benar. Soal pembongkaran Teras Cihampelas itu sarannya. Yang memutuskan adalah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Bisa diterima, bisa ditolak.
Yang tidak benar itu, hemat kami, adalah isi usulannya itu. Membongkar Teras Cihampelas itu adalah jalan pintas mengatasi persoalan sekaligus membuang potensi. Seakan-satu-satunya jalan. Padahal, yang dibutuhkan di sana adalah bagaimana pemerintah mendorong aktivitas, termasuk ekonomi di fasilitas tersebut.
Alasan Dedi menyarankan pembongkaran Teras Cihampelas juga bisa diperdebatkan. Betulkah mengganggu visualisasi? Tergantung bagaimana sudut pandang. Jika berpandangan ke belakang, bisa jadi benar. Tapi, bukankah dunia terus berkembang? Dalam konteks ke depan, bangunan-bangunan yang tertata rapi juga bisa menghadirkan visualiasi yang menawan.
Teras Cihampelas, pada awal berdirinya, antara lain dimaksudkan untuk itu. Ada aktivitas-aktivitas –perdagangan dan non-perdagangan—yang harusnya muncul di situ. Segala aktivitas tersebut, semestinya, juga bisa menghidupkan pandangan mata bagi para pengunjungnya. Pohon-pohon sedikit dikurangi, tapi tak dihabisi.
Soal kemacetan yang jadi alasan berikutnya, juga patut diperdebatkan. Betulkah Teras Cihampelas yang jadi penyebab? Rasa-rasanya tidak. Betul, ada tiang-tiang yang berdiri di situ. Namun, sepertinya bukan itu yang jadi penyebab kemacetan.
Sejak dulu, terutama di hari-hari libur, kawasan Cihampelas macet. Sebab, itulah salah satu titik kawasan belanja. Ketika “Cihampelas tradisional” pun, kemacetannya terhitung tinggi di saat-saat seperti itu.
Kenapa di era itu kemacetan tinggi? Salah satunya adalah karena kehadiran pedagang kaki lima. Saat itu, pedagang “memakan” trotoar, pembeli “memakan” jalan. Tak ada tertibnya sama sekali, kecuali ketika petugas Satpol PP datang. Bahkan pada titik-titik tertentu di kawasan itu, tak sedikit kendaraan parkir di badan jalan. Kini, tak ada lagi kendaraan yang “memakan badan jalan” itu. Tak ada ruang. Ruang itu “dimakan” tiang-tiang Teras Cihampelas. Lebih tertib.
Jangan-jangan, kemacetan di kawasan Cihampelas, penyebabnya adalah sebagaimana penyebab kemacetan yang kian tinggi di Kota Bandung. Apa? Jumlah kendaraan melonjak tajam, badan jalan tetap segitu-gitu saja.
Maka, saran membongkar Teras Cihampelas, hemat kita, bukan solusi yang tepat. Kita meyakini itu saran yang terlontar begitu saja. Tanpa studi yang jelas. Sebagaimana yang terjadi di Jawa Barat akhir-akhir ini.
Kita menyarankan, tentu saja kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, untuk mengabaikan saja saran tersebut. Lebih baik menata ulang Teras Cihampelas agar Kota Bandung punya land mark yang lebih banyak dan menyenangkan. (*)
Editor : Zulfirman

