Penataan Teras Cihampelas Segera Dilakukan, Oktober Nanti Rampung
Pemprov Jabar memiliki target pembongkaran dan penataan Teras Cihampelas yang kini pengelolaannya resmi di bawah mereka bisa rampung pada Oktober 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memiliki target pembongkaran dan penataan Teras Cihampelas yang kini pengelolaannya resmi di bawah mereka bisa rampung pada Oktober 2026 mendatang.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya menargetkan proses lelang terbuka yang diharapkan prosesnya transparan tanpa penyimpangan, hingga pembongkaran dan penataan fisik Teras Cihampelas rampung total dalam kurun waktu tiga bulan.
"Urusan administrasi dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga Oktober seluruh pengerjaan fisik sudah rampung," kata Dedi dikutip dari Antara, Senin (3/8).
Pemprov Jabar resmi mengambil alih pengelolaan kawasan Jalan Cihampelas, termasuk Teras Cihampelas, dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak 29 Juli 2026 melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) di Balai Kota Bandung.
Langkah terobosan ini memosisikan Pemprov Jabar turun langsung mengeksekusi proyek fisik perkotaan demi mengembalikan kejayaan Teras Cihampelas sebagai pusat industri kreatif, fesyen, serta destinasi pariwisata unggulan berdaya saing global.
Dedi menegaskan pergeseran peran pemerintah provinsi yang kini tidak lagi sebatas memegang fungsi administratif, melainkan terjun langsung menangani urusan teknis di lapangan.
"Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi kawasan pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan," ucapnya.
Dedi Mulyadi memproyeksikan wajah baru Teras Cihampelas bakal bersinergi langsung dengan reaktivasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara untuk mendongkrak ceruk pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani


