Simak 5 Manfaat Makan Cabai bagi Kesehatan, Bisa Ampuh Lawan Sel Kanker
Simak 5 manfaat kesehatan dari konsumsi makanan pedas menurut penelitian medis. Salah satunya lawan sel kanker
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bagi sebagian besar orang Indonesia, menyantap makanan terasa tak lengkap tanpa adanya sensasi pedas dari sambal atau cabai.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan pedas ternyata menyimpan segudang manfaat luar biasa untuk kesehatan tubuh?
Sensasi pedas yang berasal dari senyawa aktif seperti kapsaisin (pada cabai) hingga rempah-rempah alami lainnya (seperti kunyit, jahe, dan kayu manis) terbukti secara ilmiah memberikan dampak positif bagi tubuh, salah satunya adalah kemampuannya dalam membantu melawan sel kanker.
Melansir dari Healthline, berikut adalah 5 manfaat utama makanan pedas yang sayang untuk dilewatkan:
1. Membantu Membunuh dan Melawan sel kanker
Manfaat paling menakjubkan dari makanan pedas datang dari kandungan kapsaisin, yaitu senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada cabai. Penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa kapsaisin mampu memicu kematian sel kanker dan menghambat pertumbuhan sel kanker prostat pada tikus percobaan, tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.
Selain itu, kunyit yang sering dijadikan bumbu pedas rempah juga mengandung kurkumin yang dikenal memiliki sifat antikanker yang kuat.
2. Berpotensi Memperpanjang Usia
Berdasarkan studi berskala besar yang dilakukan oleh Harvard University dan China National Center for Disease Control and Prevention, orang yang mengonsumsi makanan pedas 6 hingga 7 hari dalam seminggu memiliki tingkat kematian 14 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang memakannya.
3. Meningkatkan dan Mempercepat Metabolisme
Berbagai jenis bumbu pedas seperti cabai, jintan, kayu manis, dan kunyit dapat meningkatkan laju metabolisme istirahat (metabolic resting rate) serta menekan rasa lapar. Senyawa kurkumin pada kunyit juga diketahui mampu membantu menekan pertumbuhan jaringan lemak.
4. Melawan Peradangan dalam Tubuh
Senyawa aktif dalam rempah pedas memiliki sifat anti-inflamasi (antiperadangan) yang sangat kuat. Jahe dan bawang putih misalnya, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi masalah peradangan seperti radang sendi (arthritis), gangguan autoimun, hingga meredakan sakit kepala.
5. Memiliki Sifat Anti-Bakteri dan Anti-Mikroba
Bumbu-bumbu seperti jintan dan kunyit kaya akan antioksidan dan memiliki sifat anti-mikroba. Hal ini membuat makanan pedas berpotensi membantu tubuh melawan berbagai bakteri jahat yang masuk ke dalam sistem pencernaan.
Meskipun makanan pedas kaya akan manfaat, mengonsumsi kapsaisin dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu reaksi jangka pendek seperti sakit perut atau diare akibat stimulasi berlebih pada sistem saraf.
Bagi Anda yang belum terbiasa, mulailah menambah porsi pedas secara bertahap agar manfaat kesehatannya bisa didapatkan secara optimal tanpa mengganggu kenyamanan pencernaan.
Editor : Firda Rachmawati

