Simulasi Bencana Dimulai di Kawasan Rawan Bandung, Fokus pada Wilayah Lereng Padat Penduduk

BPBD Kota Bandung memulai pelaksanaan simulasi penanganan bencana di kawasan rawan bencana, dimulai dari dua kelurahan di wilayah Cibarani yakni Dago dan Hegarmanah.

Simulasi Bencana Dimulai di Kawasan Rawan Bandung, Fokus pada Wilayah Lereng Padat Penduduk
Plt Kepala BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, simulasi dilakukan secara bertahap dengan fokus pada daerah padat penduduk yang berada di lereng. (ilustrasi/istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - BPBD Kota Bandung memulai pelaksanaan simulasi penanganan bencana di kawasan rawan bencana, dimulai dari dua kelurahan di wilayah Cibarani yakni Dago dan Hegarmanah. Agustus mendatang, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Kelurahan Ciumbuleuit.

Plt Kepala BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, simulasi dilakukan secara bertahap dengan fokus pada daerah padat penduduk yang berada di lereng.

Faktor kepadatan dan kontur wilayah, dinilai sangat menentukan tingkat kerawanan bencana.

“Kalau gempa terjadi di daerah lereng yang padat, kerawanannya jauh lebih tinggi. Itu yang kami tangani terlebih dahulu,” kata Didi Ruswandi, Selasa 7 Juni 2025.

Selain peningkatan kualitas infrastruktur, pihaknya juga akan membentuk kawasan tangguh bencana berbasis komunitas. Warga akan dilatih rutin hingga mampu menggelar simulasi secara mandiri.

Terkait ancaman dari Sesar Lembang, Didi mengakui belum ada kesiapan khusus. Namun saat ini sedang dilakukan kajian risiko bersama lembaga-lembaga seperti pusat studi bencana (PSB) Emril. 

Penanganan difokuskan pada pengurangan kerawanan, bukan semata pada skala ancaman.

"Program pelatihan akan dilakukan bertahap, sesuai anggaran yang tersedia dengan kemungkinan perluasan jika ada tambahan dana dari publik atau sumber lain," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani