BPBD Kota Bandung Sosialisasikan Simulasi Gempa di 221 Titik, Cakupan Penduduk Baru 2,31 Persen

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan simulasi gempa sesar Lembang di 221 lokasi di Kota Bandung.

BPBD Kota Bandung Sosialisasikan Simulasi Gempa di 221 Titik, Cakupan Penduduk Baru 2,31 Persen
Kepala BPBD Kota Bandung Didi Riswandi

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Pelaksana BPBD kota bandung, Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan simulasi gempa sesar Lembang di 221 lokasi di kota bandung.

"simulasi ini dilakukan di berbagai titik, mulai dari tingkat RW, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, tempat ibadah, mal, kafe hingga hotel," kata Didi Ruswandi pada Kamis 27 November 2025.

Ia menjelaskan, jumlah peserta simulasi mencapai 54.195 orang atau baru 2,31 persen dari total penduduk Bandung. Berdasarkan jenjang pendidikan, cakupan simulasi di sekolah masih rendah.

TK 1,45 persen, SD 5,86 persen, SMP 7,95 persen, SMA 12,50 persen dan perguruan tinggi 22,75 persen. simulasi ini dilakukan sejak Juli hingga 4 November 2025.

“Ini baru simulasi fisik. Belum termasuk edukasi melalui media sosial,” ucapnya.

Selain sosialisasi gempa, pihaknya juga mencatat sejumlah bencana yang terjadi sejak Juli hingga November. Jumlahnya antara lain 44 kejadian banjir, 49 kejadian longsor dan tiga kejadian angin puting beliung.

"Kasus paling berat terjadi di Ujungberung akibat angin puting beliung," ujar dia.

Didi menambahkan, pihaknya melakukan asesmen di lokasi bencana untuk menilai kerusakan dan jumlah keluarga terdampak. Saat ini, bencana lebih dipengaruhi faktor hidrometeorologi.

Terkait arahan Sekda Jabar yang mengarahkan agar program SPAB dapat dijalankan maksimal di sekolah, pihaknya berencana membuat video edukasi yang akan disebarkan melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Dengan video edukasi, diharapkan semakin banyak yang memahami cara menghadapi bencana,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti