Sip! 1.682 Sekolah di Kota Bandung Siap Laksanakan PTM

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi. Namun ada mekanisme yang harus dilaksanakan. 

Sip! 1.682 Sekolah di Kota Bandung Siap Laksanakan PTM
- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi. Namun ada mekanisme yang harus dilaksanakan. 

"Salah satunya adalah input data yang harus sesuai aturan buku pedoman. Lalu apakah betul protokol kesehatan (prokes) diperhatikan, dan satgas sekolah dan implementasi kepatuhan," kata Ahyani pada Rabu (1/9/2021). 

Dikemukakan dia, ada sebanyak 1.682 sekolah yang menyatakan siap melakukan PTM terbatas. Tingkatannya mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). 

"Saya melihat Kota Bandung sedang bersemangat melakukan percepatan vaksinasi, dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat menghadirkan lebih cepat untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity dalam waktu dekat ini," ucapnya. 

Dinkes Kota Bandung pun menilai, kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan herd immunity saat ini telah berjalan sangat baik. Sehingga dirinya optimistis PTM di masa pandemi akan berjalan sesuai jadwal. 

"Jadi kan PTM terbatas itu pilihan. Orang tua dapat menilai dari aspek kesiapan anak dengan mematuhi prokes. PTM ini kerjasama. Tidak bisa berjalan sendiri bagaimana mengajarkan anak patuh prokes. Kepada orang tua, waspada iya, tetapi untuk takut tidak," ujar dia. 

Ahyani menambahkan, anak-anak pun harus mulai membiasakan diri di era pembelajaran adaptasi kebiasaan baru. Seperti tetap memakai masker, cuci tangan dan tidak berkerumun. 

"Kita juga mempertanyakan saat anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Apakah ketika bermain di luar rumah memakai masker. Tetapi kita dapat pastikan ketika PTM di sekolah, anak-anak akan patuh terhadap prokes karena guru menjadi contoh," tandasnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : Bsafaat