Siswa Dipaksa Ambil MBG ke Sekolah saat Belajar Online di Rumah, BGN: Tidak Benar

BGN bantah isu yang menyebutkan siswa dipaksa ambil MBG ke sekolah saat pembelajaran dilakukan secara online di rumah.

Siswa Dipaksa Ambil MBG ke Sekolah saat Belajar Online di Rumah, BGN: Tidak Benar
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya.

INILAHKORAN, Bandung - Sampai saat ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) meski menuai pro dan kontra.

Dan baru-baru ini beredar isu bahwa pembelajaran siswa akan kembali dilaksanakan secara daring dalam rangka penghematan BBM.

Namun, sampai hari ini, Rabu, 25 Maret 2026, pemerintah belum mengumumkan secara resmi terkait kebijakan tersebut.

Diisukan bahwa para siswa juga dipaksa harus mengambil MBG ke sekolah saat pembelajaran dilakukan secara online di rumah.

Menanggapi isu tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan isu tentang pemaksaan siswa untuk mengambil MBG ke sekolah tersebut tidak benar atau hoaks.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengemukakan pihaknya saat ini belum menyusun atau membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.

"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," tutur Sony dilansir dari laman Antara, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Pelaksanaan Program MBG sejauh ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.

Sony mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, utamanya yang beredar di media sosial. 

Dia menyatakan bahwa setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel.

BGN juga berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.

"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," jelasnya.***


Editor : Irma Nurfajri