Siswa SDN Babakan Talang 1 Laksanakan MPLS di Lapang Terbuka, Disdik KBB: Bukan Kebijakan Sekolah, Tapi Inisiatif Orang Tua Siswa
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Wawan Hernawan mengungkap fakta puluhan siswa SDN Babakan Talang 1 yang melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tengah lapangan terbuka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Wawan Hernawan mengungkap fakta puluhan siswa SDN Babakan Talang 1 yang melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tengah lapangan terbuka.
Wawan mengungkapkan, kegiatan MPLS puluhan siswa SDN Babakan Talang 1 di lapangan terbuka itu sebenarnya bukan kebijakan sekolah melainkan inisiatif dan kesepakatan orang tua siswa.
"Jadi, mulai besok sampai lusa MPLS di SDN Babakan Talang 1 tidak boleh dilaksanakan lagi di lapangan," kata Wawan, Selasa 16 Juli 2024.
Wawan menjelaskan, sejak bangunan SDN 1 Babakan Talang rusak akibat bencana alam pergerakan tanah pada 19 Februari 2024 lalu, sudah tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Namun agar pendidikan para siswa tak terputus, makanya kami gabungkan untuk sementara KBM di SDN 2 Babakan Talang," jelasnya.
"Memang KBM-nya jadi siang hari, karena paginya digunakan oleh Babakan Talang 2," sambungnya.
Termasuk, ungkap Wawan, pelaksanaan MPLS untuk siswa baru juga dilakukan pada siang hari dalam ruangan kelas. Namun, para orangtua siswa berinisiatif untuk menggelar di Lapangan Cigombong pada pagi hari.
"Sebenarnya MPLS itu harusnya di dalam kelas, bukan di lapangan seperti pagi tadi. Maka dari itu, hari ini harus di dalam kelas tidak boleh lagi di lapangan," ujarnya.
"Sesuai jadwal MPLS itu dilaksakan tiga hari sampai Rabu lusa. Untuk sisa dua hari harus di dalam kelas," ucapnya.
Terkait belum dibangunnya kembali SDN Babakan Talang 1, Wawan mengaku, pihaknya tidak tinggal diam. Hingga kini masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi.
"Pada dasarnya kami pun ingin cepat kembali membangun, tapi tentunya harus di daerah yang aman. Jangan sampai mendirikan sekolah di zona rawan bencana.," tuturnya.
"Makanya perlu kehati-hatian, tidak boleh gegabah. Sehingga mencegah kerusakan bangunan dan tentunya mencegah jatuhnya korban jiwa," sambungnya.
Tak hanya itu, Disdik KBB juga masih menunggu bantuan anggaran untuk pembangunan sekolah baru dari pemerintah pusat.
Sebab, untuk membangun gedung baru sekolah dibutuhkan anggaran yang besar.
"Bisa saja ke depan SDN 1 dan 2 Babakan Talang di merger. Tentunya bangunannya tidak seperti sekarang, tapi dinaikkan menjadi dua lantai dan lahannya diperluas," ucapnya.
"Jadi sebenarnya ada beberapa pilihan, sekarang kami hanya meminta kepada para orangtua siswa untuk bersabar. Karena sekarang semuanya sedang berproses," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


