Tanggapi Kegiatan MPLS Siswa SDN Babakan Talang 1 yang Digelar di Lapangan, Disdik KBB: Kami Sudah Prioritaskan dan Ajukan Bangunan Baru
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa di SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga menjadi prioritas pihaknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa di SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga menjadi prioritas pihaknya.
Tak hanya itu, Disdik KBB juga telah memperhitungkan langkah penanganan yang bakal dilakukan agar para siswa SDN Babakan Talang bisa tetap meraih masa depannya.
"Kami telah mengajukan bangunan baru sebanyak 9 ruangan, meliputi 6 ruang kelas, 1 perpustakaan, 1 ruang guru dan 1 ruang toilet siswa," kata Kepala Bidang SD, Disdik KBB, Wawan Hernawan, Senin 15 Juli 2024.
Kendati demikian, lanjut Wawan, dengan adanya ancaman bencana pergerakan tanah itu, pihaknya tak mau gegabah melaksanakan pembangunan maupun merelokasi bangunan sekolah yang saat ini sudah porak poranda diterjang pergerakan tanah.
Sebab, berdasarkan hasil kajian Badan Geologi, sekolah dan permukiman penduduk yang berada di kawasan Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB itu masuk dalam zona merah pergerakan tanah.
“Prioritas utama kami adalah KBM siswa berjalan dengan aman dan nyaman. Jangan sampai, sekolah yang terburu-buru dibangun malah berdiri di lahan rawan bencana,” kata Wawan.
Wawan mengaku, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil kajian tim geologi untuk menentukan di mana lokasi yang aman untuk dibangun gedung sekolah pengganti SDN 1 Babakan Talang.
“Sebelum membangun ulang bangunan sekolah, perlu ada kajian geologi yang matang agar lokasinya juga aman dari bencana," ujarnya.
"Nah sampai sekarang kami belum menerima hasil kajian rekomendasi lahan secara tertulis dari tim geologi,” sambungnya.
Lebih lanjut Wawan menuturkan, untuk merelokasi sebuah sekolah dari kawasan zona merah bencana tidak mudah. Sebab, diperlukan tahapan kajian geologi yang matang sebelum pada tahapan pembangunan sekolah baru.
“Prosesnya memang panjang. Untuk orangtua siswa mohon bersabar dulu karena sedang berproses," tuturnya.
"Untuk sementara waktu peserta didik kita alihkan untuk belajar di SDN Babakan Talang 2 dengan pola pagi dan siang atau shift,” sambungnya.
Tak hanya itu, terang Wawan, Disdik KBB juga sudah mengajukan usulan pembangunan sekolah pengganti SDN Babakan Talang 1 ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk dianggarkan.
“Kami sudah ajukan jauh-jauh hari setelah sekolah tersebut diterjang bencana. Semoga ada jawaban segera dari pemerintah pusat untuk dibangunkan sekolah,” sebutnya.
“Tapi sebelum pembangunan, titik lokasi lahan ini harus dipastikan dulu aman dari ancaman bencana,” sambungnya.
Sebelumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran baru 2024/2025 di SDN Babakan Talang, Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin 15 Juli 2024 menuai keprihatinan banyak pihak.
Pasalnya, para siswa di SDN Babakan Talang harus melaksanakan MPLS di tengah lapangan terbuka lantaran bangunan sekolah mereka yang hancur akibat bencana alam pergerakan tanah pada 19 Februari 2024 lalu.
Berdasarkan rekaman video yang dikirim warga, para siswa terpaksa harus berpanas-panasan di tengah lapangan terbuka yang diselimuti debu.
"Ada 30 siswa baru yang ikut MPLS. Sementara jika ditotal dengan siswa kelas 2 sampai 6 totalnya menjadi 90 siswa," kata
Ketua Komite SDN 1 Babakan Talang, Asep Nurul Hikmat kepada wartawan.***
Editor : JakaPermana


