Ini Pesan Bey Machmudin Bagi yang Suka Judi Online

Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin kembali angkat bicara, terkait data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menyebut masyarakat Jawa Barat tertinggi terpapar judi online (judol).

Ini Pesan Bey Machmudin Bagi yang Suka Judi Online
Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin kembali angkat bicara, terkait data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menyebut masyarakat Jawa Barat tertinggi terpapar judi online (judol).

INILAHKORAN, Bekasi - Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin kembali angkat bicara, terkait data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menyebut masyarakat Jawa Barat tertinggi terpapar Judi Online (judol).

Dimana peredaran uang transaksi judol di Jabar mencapai Rp3,8 triliun, dengan jumlah pelaku 535.644 orang.

Bey Machmudin mengatakan, sudah saatnya yang kecanduan judol terutama ASN untuk berhenti. Sebab, selain merugikan diri sendiri juga dapat terkena sanksi bila terbukti.

"Saya sudah ingatkan betul bahwa hati-hati. Pertama jangan gegabah dengan judol, karena dampaknya luar biasa. Jauhilah judi. Mau Judi Online mau apapun jauhilah judi. Bekerja seperti biasa. Harus diingat bahwa tidak ada cara instan. Lebih baik menabung," ujar Bey Machmudin di Kota Bekasi, Senin 15 Juli 2024.

Apalagi kata dia, sudah banyak peristiwa buruk terjadi, akibat dampak dari kecanduan judol di Indonesia.

Maka dari itu dia berharap, kebiasaan bermain judol harus dihentikan dan kembali berpikir normal. Sebab tidak ada yang kaya mendadak, tanpa kerja keras. Apalagi berlimpah materi karena judi.

"Jangan berpikir secara instan untuk mendapatkan uang dengan mudah. Gak ada, akhirnya malah menyengsarakan," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana