Siswa SMA Berpotensi Tak jadi Penerima MBG, BGN akan Fokus ke Ibu Hamil hingga Balita
BGN akan fokuskan program MBG untuk ibu hamil hingga anak usia dini, dan menyebut siswa SMA bukan prioritas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini penerima manfaat dari progran Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup seluruh pelajar termasuk siswa SMA.
Namun kini, Badan Gizi Nasional (BGN) akan memfokuskan penerima manfaat MBG pada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa siswa SMA, utamanya dari kalangan mampu, berpotensi tidak lagi menjadi sasaran program MBG.
Kebijakan ini diperkirakan mengurangi sekitar delapan juta penerima manfaat dan menekan kebutuhan anggaran program MBG.
"Tujuan program ini kan bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus, misalnya mungkin SMA ya, tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang mungkin uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100-200 ribu, mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi, itu beberapa contoh, sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," jelas Agustina.
Berdasarkan hasil diskusi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BGN menyatakan intervensi gizi yang paling tepat yakni di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) saat otak manusia sedang berkembang maksimal.
"Intervensi gizi sebaiknya dilakukan dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama usia kelahiran, itu volume otak bisa maksimal, lalu sampai dengan 2 tahun itu nanti ada intervensi gizi, bentuknya adalah pemenuhan gizi," terang Agustina.
Setelah menata ulang penerima manfaat, BGN akan fokus untuk menata ulang tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. ***
Editor : Irma Nurfajri


