Skema Pemecah Kemacetan Di Jalur Tol dan Jalur Selatan Jabar Saat Mudik Lebaran
Terdapat sejumlah titik pelambatan, yang ada di jalur Tol yang mengarah ke Jawa Tengah di Jabar. Ditlantas menyebut pelambatan yang dipetakan mulai dari adanya penyempitan arus lalu lintas sampai dengan pelambatan di rest area.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Terdapat sejumlah titik pelambatan, yang ada di jalur Tol yang mengarah ke Jawa Tengah di Jabar. Ditlantas menyebut pelambatan yang dipetakan mulai dari adanya penyempitan arus lalu lintas sampai dengan pelambatan di rest area.
Untuk pelambatan bottle neck atau penyempitan arus, terdapat di rentang jalan Tol Japek hingga Tol Pejagan.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Wibowo mengatakan, Tol Japek terdapat 5 lajur utama ditambah 1 bahu jalan yang dapat digunakan. Lalu, ruas jalan menyempit di Tol Cipali menjadi tiga lajur utama dan satu bahu jalan. Selanjutnya, ruas jalan kembali menyempit dari Tol Palikanci hingga Tol Pejagan yang hanya terdiri dari dua lajur utama dan satu bahu jalan.
Sebagai tindak lanjut mencegah terjadinya pelambatan arus lalu lintas, polisi telah menyiapkan cara bertindak berupa contraflow dan one way. Contraflow akan digelar di Tol Japek yang dimulai pada 5 April mulai pukul 14.00 WIB hingga 11 April pukul 24.00 WIB.
Menurut Wibowo, one way tak akan digelar di Tol Japek untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas seperti yang pernah terjadi pada periode mudik Lebaran tahun 2022. Dengan contraflow, kendaraan yang berasal dari Bandung tetap dapat menuju ke Jakarta.
"Yang jelas, untuk Japek kita tidak akan melaksanakan one way, kita hanya melaksanakan contraflow baik pada saat mudik maupun pada saat balik," kata dia, Rabu 27 Maret 2024.
Adapun one way bakal diterapkan mulai dari KM 72 Cikopo hingga KM 414 Kalikangkung. One way di ruas jalan itu akan diterapkan secara bertahap yang dimulai pada 5 April pukul 14.00 WIB. Nantinya, ketika one way digelar, Polda Jabar akan melakukan penyeimbangan di KM 70 untuk mengantisipasi penumpukan di salah satu lajur.
Wibowo mengatakan, pihaknya juga mewaspadai terjadinya pelambatan arus lalu lintas di rest area. Sebab, Jabar adalah titik untuk beristirahat bagi para pemudik yang berasal dari Sumatra.
"Nanti kita juga lakukan pengaturan dan penjagaan di setiap rest area," katanya.
Terlepas di jalur Tol, pada lintas selatan jalur Jabar, juga di prediksi terjadi pelambatan arus lalu lintas karena sejumlah faktor. Yang diantaranya adanya pasar tumpah, lalu lalang masyarakat sekitar hingga kontur jalan yang membuat kendaraan pemudik mengalami masalah.
Wibowo mengatakan, untuk mengatasi masalah pelambatan arus lalu lintas di jalur selatan, pihaknya menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas.
Diantaranya penerapan one way di wilayah Limbangan dan Kadungora, lalu meliburkan operasional transportasi andong serta menyiapkan tim ganjal di Gentong.
Untuk penerapan one way di jalur selatan, Wibowo menyebut akan dilakukan dengan melihat kondisi arus lalu lintas. One way hanya akan diberlakukan, jika terjadi penumpukan kendaraan di dua arah (cesar yudistira)
Editor : Ahmad Sayuti

