Soal Sepinya Omzet IKM di Pasar Cimindi dan Pasar Atas, Begini Kata Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi 

Persoalan sepinya omzet yang dikeluhkan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Pasar Cimindi dan Pasar Atas Cimahi ditanggapi Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi.

Soal Sepinya Omzet IKM di Pasar Cimindi dan Pasar Atas, Begini Kata Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi 
Dari 19 kios yang tersedia, hanya 15 yang terisi, produk-produk yang dijajakan pun sebagian besar sandang seperti kaos, gamis, celana, hingga kaos kaki. Kendati demikian, jenis komoditas tersebut belum mampu menjawab kebutuhan utama masyarakat yang datang ke sana. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Persoalan sepinya omzet yang dikeluhkan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Pasar Cimindi dan Pasar Atas Cimahi ditanggapi Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi.

Sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) memilih meninggalkan lantai 2 Pasar Cimindi lantaran tak mendapatkan omzet dari barang yang dijualnya. Bahkan, keberadaan lantai 2 Pasar Cimindi yang sebelumnya diklaim bakal jadi etalase produk IKM Kota Cimahi itu kini sepi pembeli.

Dari 19 kios yang tersedia, hanya 15 yang terisi, produk-produk yang dijajakan pun sebagian besar sandang seperti kaos, gamis, celana, hingga kaos kaki. Kendati demikian, jenis komoditas tersebut belum mampu menjawab kebutuhan utama masyarakat yang datang ke sana.

"Kenapa IKM ditempatkan semacam di Pasar Atas Lantai 3 dan Pasar Cimindi Lantai 2 lantaran saya berpikir sebagai Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi bersama Kabid Industri untuk bagaimana aktifkan karena di Pasar Atas itu kurang lebih 4 tahun mangkrak tempatnya. Termasuk di Pasar Cimindi juga sepi," kata Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Hella Haerani, Minggu 4 Mei 2025.

Menurutnya, yang namanya berusaha banyak dari IKM maupun IKM binaan pihaknya tatkala sudah mampu mereka kerap memilih untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.

"Jadi mereka berkiprah sendiri, sehingga saat ada pembinaan saya tawarkan bahwa kita ada tempat," tuturnya.

Seperti di Pasar Cimindi, sebut Hella, para IKM binaan pihaknya tertarik untuk berjualan. Sehingga, daripada tercampur maka pihaknya pun menentukan Pasar Atas lantai 3 untuk IKM kuliner dan Pasar Cimindi lantai 2 untuk IKM fashion.

Tak cuma itu, Hella pun menyoroti pernyataan yang disampaikan pihak Paguyuban Pasar Cimindi yang menyebut kondisi IKM sepi pembeli. 

"Betul, awal-awal namanya orang jualan gak mungkin langsung ramai. Terus kita paksakan fashion di sana harus komplit. Kan kita melihat kemampuan IKM yang bisa untuk berjualan dan memang di sana kebanyakan fashion," ujarnya

"Bukan tidak ingin ada kelengkapan produk lain, seperti sepatu dan lainnya. Tapi, dari kesiapan IKM, misalnya dari luar ada yang berminat namun kita dahulukan IKM binaan kita di Cimahi," sambungnya.

Hella menilai, bukan pihaknya melarang IKM dari luar Kota Cimahi. Namun, kalau untuk menarik supaya bisa ramai tidak menutup kemungkinan bakal pihaknya bakal menarik IKM luar.

"Jadi tinggal peraturan dan administrasinya harus kita sepakati.Gak bisa langsung masuk, jadi kalau ada dari IKM luar ingin masuk harus ada aturan mainnya," ucapnya.

Meski begitu, lanjut Hella, untuk IKM Kota Cimahi bukan berarti tidak ada aturan. Tentunya aturan itu bakal ada, namun sementara pihaknya belum mengambil retribusi.

"Kasihan mereka, laku juga belum baik di Cimindi maupun di Pasar Atas. Tapi, sambil menunggu aturan dari bagian hukum yang sedang dikaji, sementara tidak ada pungutan retribusi. Jadi silakan isi, kita hanya menyiapkan tempat," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani