Jelang Iduladha 1445 H, Harga Daging Sapi di Pasar Cimindi Mengalami Kenaikan
Jelang Hari Raya Iduladha 1445 H, harga daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi mengalami kenaikan seperti di Pasar Cimindi misalnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Jelang Hari Raya Iduladha 1445 H, harga daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi mengalami kenaikan seperti di Pasar Cimindi misalnya.
Sejumlah pedagang daging di Pasar Cimindi tersebut mengaku kenaikan harga daging jelang hari raya Iduladha 1445 H merupakan hal yang biasa.
"Sama kaya waktu Idulfitri kemarin, kenaikan harga terjadi di Iduladha 1445 H karena minat pembeli terhadap sejumlah kebutuhan pokok masyarakat meningkat," ungkap Andi (32) salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Cimindi, Rabu 12 Juni 2024.
Meski begitu, Andi mengaku, harga daging sapi saat ini mengalami penurunan dibandingkan pada saat hari biasa.
"Harga daging sapi memang biasa turun jelang Iduladha, kalau harga normalnya Rp130 ribu per kilogram, kini hanya Rp128 ribu per kilogram," kata Andi.
Lebih lanjut Andi menuturkan, harga daging sapi impor jauh lebih murah dibandingkan sapi lokal. Menurutnya, hal itu lantaran minat pembeli yang lebih tinggi terhadap daging sapi lokal.
"Karena kebersihan dan kesegarannya, sementara daging sapi impor biasanya dijual dalam keadaan beku. Kalau untuk harganya, daging impor Rp95-100 ribu per kilogramnya," tuturnya.
Kendati demikian, kata Andi, para pembeli menyiasatinya dengan mencampurnya daging sapi lokal mengingat harga dagingnya yang kerap meroket.
"Kalau konsumen biasanya beli campur antara lokal dan impor. Jadi misalnya beli 1 kilo daging lokal, 1 kilo lagi daging impor," katanya.
Sementara itu, untuk harga komoditas daging ayam hingga saat ini masih belum stabil. Sebab, meski harganya masih berada dikisaran normal, namun para pedagang kerap kesulitan dalam menentukan harga.
Rina (48), pedagang daging ayam ini kerap kebingungan menentukan harga daging ayamnya yang saat ini tidak stabil.
"Ada yang Rp 32 ribu dan ada yang Rp35 ribu. Ini karena mau Iduladha jadi harga tidak normal, fluktuatif naik turun," ucapnya.
"Yang Rp32 ribu itu ayam boiler, pernah juga sampai Rp28 ribu, tapi sekarang naik lagi," sambungnya.
Kemudian, lanjut Rina, untuk harga ayam TG saat ini mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogramnya.
"Kalau untuk ayam TG sekarang lagi naik, Rp50 ribu daru awalnya Rp48 ribu," ujarnya.
Rina mengaku, dirinya membeli daging ayam dari pedagang ayam potong di Kota Cimahi untuk menghemat biaya operasional. Kendati begitu, dirinya pun sempat membeli daging ayam potong di salah satu pasar di Kota Bandung. Namun, menurutnya, kualitas daging tersebut menurun dan harganya relatif lebih tinggi.
"Ayam saya ngambil di bandar yang di Cibaligo. Saya memilih mengambil di bandar yang di wilayah Cimahi, karena bisa lebih murah harganya. Pernah mengambil dari Bandung, cuman harganya lebih tinggi bisa beda Rp2.000 sampai Rp3.000," tambahnya.
"Saya lebih memilih mengambil pasokan dari bandar di Cimahi karena lebih segar. Terkadang, daging dipotong langsung dan dibawa langsung ke pasar," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

