Soal Tewasnya Siswa, SMK Sangkuriang 1 Cimahi Sebut Belum Temukan Indikasi Serius
Wakasek Humas SMK Sangkuriang 1 Cimahi Siti Darajat mengakui pihaknya tak menemukan indikasi masalah serius pada MRJ yang tewas di Flyover Pasupati.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakasek Humas SMK Sangkuriang 1 Cimahi Siti Darajat mengakui pihaknya tak menemukan indikasi masalah serius pada diri siswa kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) yang tewas di bawah Flyover Pasupati.
Menurutnya, selama bersekolah di SMK Sangkuriang 1 Cimahi MRJ dikenal sebagai siswa yang tidak bermasalah, tidak memiliki konflik dengan siapapun, serta bersikap sopan terhadap guru dan teman. Bahkan, motivasi belajarnya juga sangat tinggi hingga menjelang kejadian.
"Pada hari Jumat sebelum peristiwa, dia masih sekolah seperti biasa dan ingin selalu mengikuti pelajaran agar tidak tertinggal," ungkapnya di SMK Sangkuriang 1 Cimahi.
Sebagai siswa kelas 12, jelas Siti, MRJ tengah menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) di semester 5. Dari laporan tempat PKL dan pembimbingnya, diketahui almarhum menunjukkan sikap yang baik dan disenangi di tempatnya.
"Dari informasi yang kami terima, di tempat PKL dia juga terkenal baik," ucapnya.
Dalam hal capaian akademik, Siti menyebut, performa MRJ tergolong cukup baik. Meskipun berasal dari jurusan akuntansi, dia mampu bergaul dengan baik dengan teman dari jurusan lain dan memiliki banyak hubungan pertemanan. Tak cuma itu, pihak sekolah juga tidak mencatat adanya perubahan perilaku signifikan sebelum kejadian.
Berdasarkan informasi wali kelasnya, terang Siti, MRJ hanya tidak masuk pada Senin dengan alasan tidak enak badan, dan pada hari Selasa pagi pihak sekolah melakukan konfirmasi kepada orang tua yang belum mendapatkan balasan hingga akhirnya menerima kabar duka dari keluarga.
"Hubungan dia dengan orang tua juga terbilang baik, bahkan mereka pernah bertemu saat pembagian raport tanpa ada masalah apapun," bebernya.
Menanggapi kekhawatiran akan terulangnya peristiwa serupa, Siti mengaku, pihak sekolah telah menjalankan sejumlah langkah preventif sejak insiden serupa tahun 2024, termasuk bimbingan konseling, kegiatan karakter building, serta pendekatan keagamaan dan penguatan karakter secara rutin.
"Kita harus lebih mengenal siswa kita, karena yang terlihat baik di sekolah belum tentu kondisinya baik secara menyeluruh," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kelas XII AKL 2 Listia Meiliana Sari menyebut, MRJ sebagai siswa pendiam yang tidak pernah terlibat masalah apapun.
Menurutnya, tidak ada perubahan sikap yang mencolok pada almarhum sebelum kejadian.
"Dalam dua hari terakhir dia tidak masuk, hari Senin bilang tidak enak badan. Komunikasi dengan orang tua dilakukan hingga Selasa pagi sebelum akhirnya kami mendapatkan kabar dari kakaknya bahwa MRJ meninggal, dengan informasi awal karena kecelakaan," kata Listia.
Editor : Doni Ramdhani


