Sri Nowo Retno Resmi Nakhodai RSUD Kota Bogor

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor resmi memiliki direktur utama baru, Wali Kota Bogor Dedie akhirnya mendefinitifkan dr. Sri Nowo Retno untuk menakhodai satu-satunya BLUD Kota Bogor itu. 

Sri Nowo Retno Resmi Nakhodai RSUD Kota Bogor
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor resmi memiliki direktur utama baru, Wali Kota Bogor Dedie akhirnya mendefinitifkan dr. Sri Nowo Retno untuk menakhodai satu-satunya BLUD Kota Bogor itu. 

INILAHKORAN.ID - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor resmi memiliki direktur utama baru, Wali Kota Bogor Dedie akhirnya mendefinitifkan dr. Sri Nowo Retno untuk menakhodai satu-satunya BLUD Kota Bogor itu. 

Diketahui, Retno bukan orang baru RSUD Kota Bogor, sebelum menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dirinya menjabat Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan, ada 2 Jabatan Pratama Tinggi (JPT) kosong yang diisi, yaitu Sri Nowo Retno sebagai Direktur Utama RSUD Kota Bogor dan Adi Novan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja. Hal ini sebagai bagian dari manajemen talenta dan penyegaran organisasi di lingkungan Pemkot Bogor.

"Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan bagian dari manajemen talenta dan penyegaran organisasi. Ini menegaskan bahwa proses hari ini berjalan akuntabel, objektif, dan sesuai ketentuan," tegas Dedie kepada wartawan pada Selasa 23 Desember 2025.

Dedie menerangkan, bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta berorientasi pada hasil dan pelayanan kepada masyarakat. 

"Saya mengajak para pejabat yang baru dilantik kemarin tersebut, untuk membuktikan bahwa Pemkot Bogor mampu melayani dengan cepat, responsif dan profesional," terangnya. 

"Saya meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan integritas, disiplin dan berorientasi hasil. Perkuat kolaborasi lintas sektor, hadirkan inovasi dan pastikan setiap kebijakan serta program benar-benar menjawab kebutuhan warga," jelas Dedie.

Dedie membeberkan, selain JPT, ada juga 15 pejabat fungsional baru dari berbagai jabatan sebagai bagian dari penguatan profesionalisme aparatur sipil negara.

"Pelantikan Pejabat Fungsional merupakan bagian dari penguatan profesionalisme aparatur. Saya berharap penguatan jabatan fungsional ini membuat layanan publik semakin cepat, tepat, berbasis data dan makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Dedie.***


Editor : JakaPermana