"Stop Bullying!" Polisi Pastikan Setiap Laporan Ditangani Serius

Dengan latar belakang papan bertuliskan “24 Jam”, perwira tinggi polisi bernama Hendro Pandowo tampil memberikan pesan lugas: semua laporan bullying akan ditangani kapan pun, tanpa menunggu waktu.

"Stop Bullying!" Polisi Pastikan Setiap Laporan Ditangani Serius
Perwira Tinggi Polri Irjen Pol Hendro Pandowo saat menjenguk korban bullying di salah satu rumah sakit.

INILAHKORAN, Bandung - Sebuah video yang dirilis oleh kepolisian mendadak mencuri perhatian publik setelah memperlihatkan komitmen aparat dalam memberantas tindakan perundungan. Dalam video tersebut, seorang perwira polisi bersama dua warga hadir langsung menyuarakan ajakan tegas untuk menghentikan praktik bullying yang semakin sering terjadi di masyarakat.

Perwira polisi bernama Hendro Pandowo tampil memberikan pesan lugas: semua laporan bullying akan ditangani kapan pun, tanpa menunggu waktu.

Stop bullying. Jangan ada lagi korban berikutnya. Laporkan,” tegasnya dalam video yang viral di media sosial tersebut.

Pesan tegas itu bukan sekadar imbauan, melainkan penegasan bahwa Polri ingin memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan didengar. Dalam video tersebut, dua warga berdiri di sisi kanan dan kiri perwira polisi, memperlihatkan bahwa penanganan bullying bukan hanya tugas aparat, tetapi gerakan bersama.

Video itu juga menyoroti betapa seriusnya kepolisian dalam memberikan ruang pelaporan terbuka bagi siapa pun yang menjadi korban atau mengetahui adanya perundungan, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas. Layanan pengaduan 24 jam yang disorot dalam video disebut sebagai bentuk respons cepat, agar setiap kasus bisa segera ditangani tanpa menunggu eskalasi.

“Kami tidak ingin ada korban baru. Melapor adalah langkah pertama untuk memutus mata rantai kekerasan,” demikian pesan yang disampaikan dalam video tersebut.

Kampanye publik ini menjadi bagian dari upaya besar kepolisian untuk memperluas edukasi, mempercepat penanganan, dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Dengan penekanan pada respons cepat dan keterlibatan publik, Polri berharap kasus-kasus perundungan tidak lagi berlarut atau luput dari perhatian.

Video tersebut kini mulai banyak dibagikan ulang oleh warganet, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti-bullying yang lebih terstruktur dan dekat dengan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Perwira Tinggi Bareskrim Mabes Polri Irjen Pol Hendro Pandowo menanggapi soal viralnya video kembali saat menjabat sebagai Kapolda Bangka Belitung, kala penanganan kasus bullying yang terjadi di Belitung Timur.

Dia bahkan turut membawa korban bullying untuk mendapatkan perawatan medis ke Jakarta. Saat dalam penanganan medis di Jakarta pun, ia menyempatkan waktu untuk mengunjungi dan bertemu langsung dengan Amel dan keluarganya, korban kasus bullying.

Kehadiran sebagai bentuk empati dan perhatian serius institusi kepolisian terhadap kasus ini dan pemulihan korban.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momen penting bagi Amel. Kala itu Hendro memastikan bahwa Amel dan keluarganya mendapatkan dukungan penuh dan perlindungan dari pihak kepolisian.

“Alhamdulillah, Amel, korban bullying di Beltim ini, sekarang sudah sehat dan bisa aktif lagi seperti biasa,” ujar dia. ***


Editor : Ahmad Sayuti